Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Ragam · 3 Nov 2022 14:21 WIB

Komunitas Kretek Gelar Bedah Buku Nicotine War Karya Wanda Hamilton di Unpad


 Komunitas Kretek Gelar Bedah Buku Nicotine War Karya Wanda Hamilton di Unpad Perbesar

BANDUNG NEWS – Komunitas Kretek bekerja sama dengan Program Studi Magister Ilmu Antropologi FISIP Universitas Padjajaran menggelar bedah buku Nicotine War karya Wanda Hamilton pada Sabtu, 29 Oktober di Gedung B, Lantai 3, FISIP UNPAD.

Kuliah umum bertajuk ‘Kapitalisme dan Perang Nikotin Global’ ini menghadirkan narasumber Dede Mulyanto (Pengajar Departemen Antropologi Universitas Padjajaran), AB Widyanta (Pengajar Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada), dan Abhisam Demosa (Koordinator Nasional Komunitas Kretek 2010-2016 dan Penulis buku “Membunuh Indonesia”).

Menurut Abisham, Nicotine War merupakan hasil riset dan kajian Wanda Hamilton yang menguliti kepentingan bisnis obat-obatan dan dikenal sebagai Nicotine Replacement Therapy (NRT) dalam agenda global pengendalian tembakau. Perang nikotin, sebagaimana digambarkan Wanda Hamilton, sudah nyaris dimenangkan oleh korporasi-korporasi farmasi internasional dengan kesuksesannya melalui kampanye global antitembakau serta dukungan penuh dari WHO, lembaga kesehatan publik, pemerintahan dan NGO anti tembakau.

Baca Juga:  Hanggini Mulai Menggeluti Bidang Tarik Suara

“Isu personal dan legal (tentang merokok) telah diubah menjadi kesehatan publik. Tembakau telah dinyatakan oleh mereka (kelompok antirokok) sebagai musuh bersama dan harus segera diperangi,” ungkapnya.

Bagi Abhisam, isu antirokok selaras dengan kepentingan mereka untuk menaikkan cukai rokok setinggi-tingginya. “Kenaikan cukai rokok sejatinya sebagai mata tombak untuk menghancurkan industri kretek nasional. Selain itu, tujuan besarnya untuk membentangkan karpet merah bagi kepentingan bisnis nikotin, MNC farmasi, dan MNC tembakau di Indonesia,” terang Abhisam.

Sementara itu, Pengajar Departemen Antropologi Universitas Padjajaran, Dede Mulyanto menggunakan pendekatan neokolonialisme dalam memahami Nicotine War. Menurutnya, neokolonialisme itu salah satu cara untuk menguasai kapitalisme global. Dede menambahkan bahwa kapitalisme itu lahir dari eksploitasi tumbuhan yang memiliki pasar.

Baca Juga:  Isu Perselingkuhan Mencuat, Ini 6 Tanda Suami Anda Selingkuh

“Mereka, para asing, menyuruh kita untuk menanam tanaman dari Amerika, karena padinya mau diambil. Artinya mereka ingin melakukan penguasaan ekonomi melalui pasar. Pada intinya, mereka hendak melakukan monopoli pasar,” ungkap Dede.

Dede juga melanjutkan penjelasannya bahwa Indonesia acap kali hampa dalam menemukan solusi atas berbagai permasalahan. Masyarakat Indonesia menjadi minder dan rendah diri bahkan, lebih berbahayanya lagi, menelan mentah-mentah kebenaran yang dibuat korporasi farmasi.

“Obat berhenti merokok merupakan bentuk dari disorder mental yang baru. Merokok atau tidak merokok bukan permasalahan utama. Sebab, yang lebih utama, kretek adalah produk Indonesia dengan bahan baku yang kita miliki hingga saat ini. Itu yang mestinya dijaga.

Senada dengan Abhisam dan Dede, Pengajar Departemen Sosiologi UGM, AB Widyanta menegaskan bahwa pentingnya Nicotine War untuk dikaji kembali. “Buku ini merupakan hasil riset ekonomi politik kritis dari Wanda Hamilton terhadap dominasi penuh muslihat yang gencar dilakukan oleh korporasi medis dan farmasi dalam pertarungan politik bisnis internasional,” ujar AB.

Baca Juga:  Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Manfaatkan Platform Digital Untuk Rekrut Anggota

AB juga menyoroti bahwa nikotin telah menjadi arena pertarungan kuasa yang akan senantiasa memberikan kontestasi berbagai strategi yang kompleks melalui perlengkapan, manuver, teknik, dan mekanisme tertentu.

“Tarik ulur kepentingan selalu terjadi pada setiap relasi kuasa yang berlangsung di antara pro dan kontra terhadap rezim kesehatan, korporasi farmasi global, negara, petani tembakau, petani cengkeh, dan perokok. Dengan kerangka analisis itu, kita bisa menerapkannya untuk membaca data yang terhampar dalam buku Nicotine War,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rektor UICI Resmi Buka Digital Kampus Orientasi Mahasiswa Batch Tiga

21 September 2022 - 12:44 WIB

MoC Kini Hadir di 23 Paskal Shopping Center, Ada Koleksi Anti Baju Anti Bau hingga Promo Menarik

26 Juni 2022 - 07:23 WIB

UICI Kampus Digital Buka PMB Tanpa Tes, Ini Syarat Pendaftarannya

26 Januari 2022 - 18:05 WIB

Bandung Diciptakan, Saat Tuhan Sedang Tersenyum

16 Desember 2021 - 12:35 WIB

Kemenag Ganti Kartu Nikah dari Bentuk Fisik ke Digital

9 Agustus 2021 - 15:15 WIB

Kemenag Jabar: Perkawinan Anak Jadi Problem Keberlangsungan Generasi

2 Agustus 2021 - 14:37 WIB

Trending di Ragam