Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kota Bandung ยท 25 Feb 2021 16:21 WIB

Masifkan Kang Pisman, Satgas Gelar Sejumlah Pelatihan


 Rapat perdana Satgas Kang Pisman di Balai Kota Bandung, Rabu, 24 Februari 2021.  (Foto: Humas Kota Bandung) Perbesar

Rapat perdana Satgas Kang Pisman di Balai Kota Bandung, Rabu, 24 Februari 2021. (Foto: Humas Kota Bandung)

BANDUNG NEWS – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dedy Dharmawan mengungkapkan, sudah ada beberapa kegiatan yang akan dijalankan untuk memasifkan gerakan Kang Pisman. Hal ini merupakan implementasi dari terbentuknya Satgas Kang Pisman.

Dedy mengatakan, gerakan Kang Pisman terbukti dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Jika gerakan ini lebih dimasifkan, ditargetkan pada 2023 pembuangan sampah ke TPA bisa sangat berkurang.

“Tergetnya 2023, itu karena kita pindah dari TPA Sarimukti ke Legoknangka. Maka ini harus sudah sangat bisa masif. Karena sudah terbukti dengan gerakan Kang Pisman secara praktek di lapangan. Di kewilayahan sudah ada contoh dan itu (Kang Pisman) bisa mengurangi sampah,” jelas Dedy, dalam keterangannya, Kamis (25/2/2020).

Baca Juga:  Menteri KKP Edhy Prabowo Dikabarkan Positif Corona

Salah satu kegiatan yang dijalankan oleh Satgas Kang Pisman adalah pelatihan ke berbagai wilayah tentang pengelolaan sampah. Pelatihan pertama dimulai pada 1 Maret 2021. Dedy optimis target tersebut dapat tercapai.

“Harus optimis target kita tercapai. Satgas sudah mulai jalan,” ujar Dedy.

Selaras dengan Dedy, Direktur Utama, PD Kebersihan Kota Bandung, Gun Gun Saptari mengatakan, gerakan Kang Pisan bisa tekan tonase sampah ke TPA.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Berikan Jasa Endorsement Bagi Pelaku UMKM Begini Caranya!

Menurut Gun Gun, umumnya volume sampah setiap tahunnya mengalami kenaikan. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terus meningkat.

“Jadi fitrahnya sampah naik terus sesuai dengan pertumbuhan penduduk. Setiap orang menghasilkan sampah 0,6 kg per hari, itu data dari hasil riset. Jadi semakin banyak penduduk semakin banyak sampah,” jelasnya.

Namun uniknya, setelah mucul Gerakan Kang Pisman, terjadi penurunan jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Berdasarkan data, pada 2020 terjadi penurunan jumlah sampah yang dibuang ke TPA sebesar 0,45 persen.

Baca Juga:  Wamehan Bidik Singkong untuk Ketahanan Pangan Indonesia

“Pada 2019 saat Kang Pisman dijalankan, jumlah sampah tetap naik, tetapi persentase kenaikannya turun. Persentasenya turun dari 16,9 persen pada 2018 menjadi 3,96 persen saja. Bahkan 2020, mengalami penurunan jumlah sampah,” ujar Gun Gun.

Gun Gun mengatakan ini adalah titik terang bagi pemerintah untuk menanggulangi permasalahan sampah.

“Data ini menjadi angin segar. Artinya kita bisa lebih baik lagi dalam pengolahan sampah,” ucapnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar