Menkop UKM Dorong Industri Kreatif di Bandung Ciptakan Brand Bersama


Ilustrasi Lowongan Kerja 2021. (Pixabay)

BANDUNG NEWS – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menekankan pentingnya sebuah bisnis masuk ke dalam skala ekonomi agar lebih memiliki daya saing.

“Di era digital ini dengan pasar terbuka lebar, kita harus siap bersaing dalam arti unggul produknya dan meningkat kapasitas usaha agar sanggup memenuhi permintaan pasar,” ujar saat berdiskusi dengan
Komunitas Kuliner Bandung, di Orbital Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kadis DP3A Bersyukur Kota Bandung Bisa Raih Penghargaan KLA

Teten mendorong industri kreatif Bandung melakukan konsolidasi dalam satu payung brand bersama.
“Kalau bergabung dalam satu brand bersama akan memiliki kekuatan lebih dalam bersaing. Ketimbang jalan sendiri-sendiri dengan brand kecil,” jelasnya.

Seperti dikutip dari laman Humas Menkop UKM, dia mencontohkan, di Payakumbuh, Sumatra Barat, terdapat Dapur Bersama (Rumah Produksi Bersama) dalam memproduksi rendang yang merupakan makanan khas Sumatra Barat.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Optimis Targetkan Tercipta Herd Immunity Akhir Tahun 2021

“Bila seperti itu, otomatis konsolidasi usaha dan brand akan tercipta. Dan merger usaha akan menghasilkan kekuatan besar dalam bisnis modern seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Teten juga menegaskan bahwa pemerintah terus menyiapkan ekosistem bisnis agar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah [UMKM] memiliki akses ke pasar digital dan pembiayaan.

“Porsi kredit perbankan untuk UMKM akan ditingkatkan hingga 30 persen hingga akhir 2024 mendatang. Begitu juga dengan KUR [Kredit Usaha Rakyat] terus dipermudah untuk perkuatan permodalan UMKM,” ujarnya.

Baca Juga:  Dinkes Pemkot Bandung: Program Vaksinasi saat ini Baru Mencapai 41,3 Persen

Selain itu, imbuh Teten, pemerintah juga mempunyai kebijakan bahwa 40 persen belanja pemerintah harus menyerap produk UMKM yang nilainya mencapai Rp460 triliun per tahun.

“Kami juga mendorong produk UMKM untuk bisa masuk rantai pasok industri,” pungkasnya.[amt]