Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Hikmah · 29 Agu 2021 14:59 WIB

Mimpi Kemenag Jabar Inginkan Terjemahan Alquran Gunakan Bahasa Daerah


 Quran - holy book of Muslims around the world put on wooden boards Perbesar

Quran - holy book of Muslims around the world put on wooden boards

BANDUNG NEWS – Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat (Jabar) mendorong kepada berbagai pihak untuk melakukan penerjemaan Alquran dengan menggunakan bahasa daerah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Adib, M. Ag., mengatakan, pihaknya sejak lama berkeinginan untuk membumikan Al Qur’an  di Jabar, antara lain melalui karya terjemahan dalam bahasa daerah.

Saat ini yang sudah ada adalah terjemahan dalam bahasa Sunda. Sedangkan terjemahan dalam bahasa Cirebon dalam proses penggarapan.

Baca Juga:  Fahrudin Faiz: Jangan Terlalu Serius Jalani Hidup

Mengutip dari laman Kemenag Jabar, Adib menyampaikan, berdasarkan informasi dari Rosichon Anwar, guru besar UIN Sunan Gunung Djati,  Kemenag Jabar sebenarnya telah memprakarsai penerjemahan Al Qur’an dalam bahasa Sunda sejak tahun 1970 dengan judul “Al Qur’an  Miwah Tarjamah Basa Sunda”. Terjemahan itu sempat direvisi pada 2002.

“Ini adalah asli  hasil karya para ulama Jawa Barat. Selain itu, juga telah diterbitkan Al Qur’an  terjemahan bahasa Sunda yang diprakarsai Litbang Kemenag, yang hari ini akan kita bedah bersama. Kegiatan hari ini kita follow up dengan rekomendasi dalam rangka membumikan Al Qur’an  di Jabar,” katanya.

Baca Juga:  Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Idul Adha Pada 10 Juli 2021

Kemenag Jabar juga mempunyai mimpi, agar nanti di Mekah tidak hanya ada Al Qur’an  dengan terjemahan bahasa lain, tetapi juga ada yang diterjemahkan dengan bahasa Sunda yang bisa diakses  jamaah haji. Karena jamaah haji asal Jabar merupakan yang terbanyak diantara provinsi  lain.

“Jadi kalau dia membaca Al Qur’an  di sana dengan terjemahaan bahasa Sunda,  saya kira akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Jabar,” katanya.

Baca Juga:  Mengharukan, Kisah Anwar Bocah Penjual Cilor Hanya untuk Bantu Kakak yang Lumpuh

Selain itu, tanbah Adib, pihaknya juga sedang menggarap terjemahan Al Qur’an   bahasa Cirebon, yang sudah mencapai 12 juz.

“Semoga karya para ulama Jabar ini  bermanfaat dan bisa kita ditindaklanjuti di era digital sekarang ini. Dia berharap  webinar pada hari menghasilkan langkah strategis yang bisa ditindaklanjuti baik bail oleh Pemprov Jabar, Kemenag Jabar maupun perguruan tinggi,” pungkasnya.

(amt)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

5 Manfaat Kantong Teh Celup untuk Kesehatan, Bisa Meredakan Sakit Gigi

12 November 2022 - 10:22 WIB

Komisi Fatwa MUI Minta Pinjol Dihapus Karena Hukumnya Haram

6 September 2021 - 11:08 WIB

Asyik! 300 Ribu Guru Madrasah non PNS Bakal Dapet Intensif dari Kemenag

30 Agustus 2021 - 16:07 WIB

Menag Yaqut: Ceramah Ujaran Kebencian di Ruang Publik Adalah Tindak Pidana

23 Agustus 2021 - 10:29 WIB

Kemenag Terbitkan Peraturan Ibadah Selama PPKM Berlangsung

13 Agustus 2021 - 13:32 WIB

Kemenag Sampaikan Selama Pandemi 605 Kiyai Meninggal Dunia

2 Agustus 2021 - 14:23 WIB

Trending di Hikmah