Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kesehatan ยท 21 Jan 2021 07:43 WIB

Oded Imbau Warga yang Pernah Terpapar Covid-19 untuk Donor Plasma Darah


 Wali Kota Bandung, Oded M Danial  (Foto: Humas Kota Bandung). Perbesar

Wali Kota Bandung, Oded M Danial (Foto: Humas Kota Bandung).

BANDUNG NEWS – Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengimbau masyarakat khususnya warga Kota Bandung yang pernah terpapar Covid-19 bisa mendonorkan plasma darahnya, sehingga bisa sama-sama membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Mang Oded mendukung, yang sudah terkena positif Covid-19 bisa melakukan (donor plasma darah),” kata Oded di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Rabu (20/1/2021).

Sebagaimana diketahui, plasma konvalesen digunakan sebagai salah satu cara mengobati pasien positif Covid-19 yang bergejala. Terapi plasma konvalesen bisa didapatkan dari proses donor dari para penyintas Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

Baca Juga:  Mahasiswa ITB Tewas Gantung Diri, Polisi temukan Surat Wasiat

Oded juga berharap, masyarakat bisa bersama-sama membantu pemerintah dan mendukung PMI untuk mendonorkan darah. Bahkan, Ia mengaku jika dirinya selalu rutin melakukan donor darah ke PMI.

“Secara umum, yang namanya PMI itu harus didukung oleh masyarakat. Di dalam posisi masyarakat sebagai pendonor,” imbuhnya.

Sebelumnya, menurut Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah, donor plasma konvalesen diambil dari para penyintas Covid-19 yang sudah sembuh dengan kriteria tertentu.

Baca Juga:  Yana Minta Mahasiswa Ikut Berperang Melawan Covid-19

“Tujuannya untuk memberikan terapi menambah atau meningkatkan antibodi bagi pasien covid-19,” katanya kepada Humas Kota Bandung.

“Tapi ada ketentuannya, yaitu bukan OTG (Orang Tanpa Gejala) tetapi donor yang pernah dirawat di Rumah Sakit dengan gejala,” ucapnya.

Uke menyampaikan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk para pendonor plasma konvalesen. Salah satunya harus sudah negatif dengan swab test polymerase chain reaction (PCR) dan menjalani beberapa tahapan tes atau pemeriksaan.

Baca Juga:  CPNS dan PPPK Kota Bandung Akan Ikut Mayor Lecture

“Berusia antara 18 – 60 tahun, berat badan di atas 50 kg, dan penyintas tersebut juga harus sudah negatif PCR-nya. Dan waktu mendonorkannya 14 hari setelah sembuh sampai dengan 12 minggu,” jelasnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar