Ormas PPI Cabang Bandung Barat Tolak Wacana Pemekaran KBB


Sekretaris Umum PPI Bandung Barat Asep Mahmud Yusup ZS

BANDUNG NEWS – Pasca ditangkapnya Bupati Bandung Barat Aa Umbara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), wacana pemekaran Kabupaten Bandung Barat (KBB)kembali menjadi perbincangan publik.

Menanggapi wacana tersebut, Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Cabang Kaupaten Bandung Barat dengan tegas menyatakan menolak.

Sekretaris Umum (Sekum) PPI Bandung Barat Asep Mahmud Yusup ZS mengungkapkan, wacana pemekaran Bandung Barat hanya kepentingan sekelompok orang saja. Selain itu akan memecah belah masyarakat dan memundurkan Bandung Barat yang usianya masih terlalu muda.

“Tidak sepakat dan tida mendung upaya sekelompok orang yang menginisiasi pekemaran Bandung Barat,” tegas Asep Mahmud.

Baca Juga:  8 Alasan Kenapa Kamu Pasti Betah Tinggal di Bandung

“Seperti kita ketahui bersama, daerah Cisarua, Parongpong dan Lembang, yang diskenario sebagai daerah kongsi pemekaran merupakan daerah wisata. Ketiga daerah inilah penyumbang terbesar PAD Kabupaten Bandung Barat,” katanya menyambung.

Dia menambahkan, sisi lain dari Bandung Barat adalah daerah pemekaran baru. Kurang lebih baru berumur 12 tahun mempunyai kepala daerah definitif. Dalam umurnya yang masih muda,masih banyak hal yang perlu diadaptasi dan perlu di kontruksi secara fundamental. Sehingga terwujud daerah yang kuat, berkarakter dan banyak prestasi.

Baca Juga:  Insentif Nakes Terlambat, Ade Kaca: 'Saya Prihatin'

“Dan kita ketahui bersama, tokoh pertama yang menjadi Bupati Bandung Barat berasal dari daerah Lembang, Ketua DPRD juga dari daerah Lembang. Dua periode menjabat Bapak Abu Bakar alm, yang menjabat dua periode berakhir penjara kasus korupsi. Periode berikutnya di gantikan Aa Umbara belum paruh waktu menjabat juga kesandung kasus korupsi,” jelasnya.

“Alih alih membangun daerah yang penuh potensi, yang ada malah kedua pemimpin kesandung kasus korupsi. Masyarakat berharap pembangunan daerah yang lebih maju, berdaya guna. Pupus ditelan ambisi pemimpin yang hanya mengedepankan pengkayaan pribadi atau kelompok,” ujarnya.

Baca Juga:  Insentif Nakes Terlambat, Ade Kaca: 'Saya Prihatin'

Sebagai daerah yang potensial dengan pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi dibanding daerah lain. Menurutnya, sudah semestinya bargandengan tangan saling menguatkan dan saling mengangkat dengan daerah yang masih minus.

“Memaksakan pemekaran daerah bandung barat oleh sekelompok orang. Memberi pesan yang terang terangan bahwa sekelompok orang yang berniat pemekaran adalah tokoh tokoh yang egois. Mengesankan tidak mau mengangkat yang terbelakang, tertinggal dan yang masih lemah,” pungkasnya.

[amt]