Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 25 Agu 2021 20:45 WIB

Panglima Santri Tinjau Vaksinasi di Ponpes Miftahul Ulum Purwakarta


 Panglima Santri Tinjau Vaksinasi di Ponpes Miftahul Ulum Purwakarta Perbesar

BANDUNG NEWS – Vaksinasi bagi santri di pondok pesantren terus berlanjut. Dengan target 3 juta santri, kali ini vaksinasi menyasar Pondok Pesantren (ponpes) Miftahul Ulum di Desa Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan vaksinasi santri dihadiri langsugWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dia mengatakan vaksinasi pada kalangan satri sangat penting. Dari jumlah total 18.000 pesantren di Indonesia, 12.000 ada di Jabar. Santri di Jabar sendiri sekitar 4 juta dan yang masuk usia bisa divaksin sekitar 3 juta orang.

“Santri kan relatif usianya pada muda. Oleh karena itu hari ini dengan divaksin Insyaallah para santri sesuai tujuan untuk memutus mata rantai COVID-19 di Jawa Barat,” ujar Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau vaksinasi santri di Pesantrean Miftahul Ulum, Rabu 25 Agustus 2021.

Baca Juga:  Hasil Survei: Warga Jabar Memiliki Sikap Toleransi dan Tolak Radikalisme yang Tinggi

Panglima Santri mengatakan, vaksinasi santri di Jabar terselenggara atas kolaborasi berbagai stakeholders yakni Kementerian Agama, Pemda Prov Jabar, pemkab/pemkot, serta TNI/Polri.

“Kita sekarang sedang bergerak ke pesantren ke pesantren dibantu oleh kepolisian, dibantu oleh tentara. Tetapi juga ini bekerja sama dengan para kepala daerah yang ada di kabupaten kota,” sebutnya.

Hingga akhir Desember 2021 Jabar ditargetkan memvaksin 80 persen penduduk dari total sekitar 50 juta jiwa. Dengan menyasar kelompok-kelompok spesifik, diharapkan percepatan dalam dilakukan dan target tercapai sehingga kekebalan komunal (herd immunity) dapat tercapai.

Baca Juga:  Uu Ruzhanul Minta Masyarakat Perkuat Ekonomi Melalui UMKM

Pak Uu sapaan akrab Uu Ruzhanul Ulum mengimbau masyarakat tidak termakan isu- isu tidak benar seputar vaksin terutama yang dikemas dengan teori- teori konspirasi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan POM telah menjamin dari segi agama, keamanan, dan kesehatannya, vaksin yang masuk ke Indonesia dapat disuntikkan pada berbagai kelompok umur.

Menurutnya, ditinjau dari segi agama, vaksin apapun bahannya, halal sepanjang untuk keselamatan hidup bersama. “Oleh karena itu saya berharap pada kepada para kiai yang ada untuk mendorong para santri untuk di vaksin,” kata Pak Uu.

Baca Juga:  Tol Cibitung - Cilincing Percepat Distribusi Barang di Kawasan Industri

Orang tua juga, kata Pak Uu, berperan penting mendorong anaknya yang sedang mondok agar mau divaksin.

“Orang tua mendorong anaknya yang sedang masantren. Jangan sampai tidak mau sehingga kita tidak sukses 3 juta santri divaksin,” katanya.

Pak Uu juga berpesan pada para santri mengingat Tri Program Pesantren. Pertama, program pesantren muttaqien yakni mencetak orang-orang yang bertaqwa. Kedua, mencetak pemimpin orang yang taqwa.

“Ketiga dan paling tinggi yaitu ulama yang mengamalkan ilmunya,” pungkasnya.

(amt)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ajak Warga Terapkan Empat Pilar Kebangsaan, Thoriqoh: Mari Jaga Stabilitas Keamanan

9 Desember 2022 - 12:45 WIB

DPRD Jabar Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

9 Desember 2022 - 09:38 WIB

DPRD Jabar Ungkap Kekurangan Penataan Kawasan Cihideng Tasikmalaya

7 Desember 2022 - 17:24 WIB

Hadiri Pelantikan ABPPTSI Jabar, Sekda: Mitra Strategis Bentuk SDM Berkualitas

22 November 2022 - 19:20 WIB

Uu Ruzhanul Minta Masyarakat Perkuat Ekonomi Melalui UMKM

22 November 2022 - 19:04 WIB

Ridwan Kamil Paparkan Empat Inovasi Unggulan dalam Tahap Penilaian IGA 2022

21 November 2022 - 21:32 WIB

Trending di Jabar