Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Dunia · 31 Jul 2020 17:17 WIB

Para Jenderal Angkat Pistol di Hadapan Kim Jong Un


 Para Jenderal Angkat Pistol di Hadapan Kim Jong Un Perbesar

BANDUNGNEWS.id- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berpose bersama para pemimpin militer yang memamerkan pistol mereka pada peringatan 67 tahun akhir Perang Korea, Senin (27/7).

Kim memberikan para komandan terkemukanya pistol peringatan dalam sebuah upacara memperingati Kesepakatan Gencatan Senjata Korea, yang ditandatangani pada 27 Juli 1953.

Media pemerintah melaporkan, pistol, yang dikenal sebagai “Paektusan” itu diberikan oleh Kim kepada puluhan perwira senior, yang berjanji kesetiaan mereka kepadanya. Mereka berfoto mengelilingi sang Pemimpin Besar dengan pistol yang diletakkan di depan dada mereka.

Baca Juga:  Perdana Menteri Jepang Mundur, Mencuat Rumor Sudah Muntah Darah

“Para peserta mengangkat pistol dan berjanji untuk berjuang untuk Kim Jong-un dengan mengorbankan nyawa mereka,” demikian dilaporkan kantor berita KCNA.

Meski Korea Utara baru saja melaporkan kasus dugaan infeksi virus corona, namun tidak satu pun peserta sesi foto tersebut tampak mengenakan masker.

Menurut laporan KCNA, Kim juga mengunjungi pemakaman di pinggiran Pyongyang di mana korban dan tentara yang tewas dalam Perang Korea dimakamkan.

Baca Juga:  Palestina Hari Ini: Ribuan Orang 'Dipaksa' Tinggalkan Rumah

Dia meletakkan setangkai mawar dan membungkuk di depan sebuah monumen besar di Pemakaman Martir Perang Pembebasan Tanah Air. Namun, KCNA tidak mengungkapkan kapan tepatnya Kim pergi ke sana.

Perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani setelah tiga tahun perang telah mengakhiri konflik yang menewaskan jutaan nyawa antara dua Korea. Namun, perang telah membuat semenanjung itu terbelah. Korea Utara dan Selatan terpisah oleh Zona Demiliterisasi yang dijaga ketat.

Baca Juga:  Denda Rp 100-500 Ribu, Sanksi Tak Pakai Masker di Jabar Berlaku Penuh Minggu Depan

Sampai saat ini kedua negara secara teknis masih dalam kondisi perang karena tidak ada perjanjian damai yang ditandatangani usai perang. (merdeka/red)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

27 Oktober 2022 - 17:17 WIB

Bayern Munchen Resmi Boyong Matthijs De Ligt dari Juventus

20 Juli 2022 - 08:00 WIB

Hari Tanpa Bayangan Matahari Akan Terjadi di Indonesia

29 Agustus 2021 - 10:19 WIB

Gubernur Jabar Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Karawang

11 Agustus 2021 - 10:28 WIB

Ketum PPIT Nanjing 2020-2021: Surat Edaran PPI Tiongkok Batasi Ruang Pengabdian

10 Agustus 2021 - 17:17 WIB

Alasan Pandemi, Pemerintah Tidak Berangkatkan Jemaah Haji dari Indonesia

3 Juni 2021 - 14:47 WIB

jemaah haji
Trending di Dunia