Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Nasional · 12 Agu 2020 20:01 WIB

Pembahasan RUU Cipta Kerja Sudah Lebihi 75 Persen


 Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net Perbesar

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

BANDUNGNEWS.ID- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim pemerintah telah mengantongi kesepakatan dengan pengusaha dan asosiasi pekerja terkait Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (RUU Cipta Kerja). Ia mengklaim pembahasan ruu sudah mencapai lebih dari 75 persen.

“Ini pembahasannya sudah melebihi daripada 75 persen, tentu diharapkan dalam pembahasan akan terus dilanjutkan,” ungkap Airlangga saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakernas Apindo) secara virtual, Rabu (12/8) dilansir CNNIndonesia.com.

Menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan pemerintah, pengusaha, dan asosiasi pekerja sudah sempat menggelar rapat bersama pada beberapa waktu lalu. Ia pun turut berterima kasih kepada pengusaha dari Apindo yang dinilai proaktif membahas RUU Ciptaker.

Baca Juga:  Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Bentuk Tim Khusus Untuk Bubarkan Kerumunan

“Kemarin rapat dengan asosiasi pekerja dan apresiasi kesepakatan yang dicapai antara pemerintah, tenaga kerja, dan Apindo, para pengusaha,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan berbagai kesepakatan dan masukan yang didapat akan diteruskan pemerintah ke dalam pembahasan RUU Ciptaker. Pembahasan sendiri dilakukan pemerintah dengan DPR.

Keduanya membentuk Panitia Kerja (Panja) dan secara marathon membahas ruu tersebut. Harapannya, ruu itu bisa diselesaikan sebelum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) pada 17 Agustus mendatang.

Baca Juga:  Pasca – Banjir di Sukabumi, Ridwan Kamil Minta Masyarakat Waspada Memasuki Musim Hujan

“Ini jadi masukan yang akan dibahas dalam Panja Cipta Kerja,” imbuhnya.

Di sisi lain, Airlangga mengklaim bahwa ruu ini masih terus ditunggu oleh para investor karena akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Ia turut menyakini kehadiran ruu ini bisa meningkatkan aliran modal asing ke dalam negeri untuk pembangunan dan pengembangan industri.

“Ini jadi catatan karena ditunggu oleh berbagai investor, termasuk di dalamnya (ada ketentuan soal) Sovereign Wealth Fund (lembaga pengelola dana abadi),” tuturnya.

Selain itu, kehadiran ruu juga memberi manfaat bagi pekerja karena ada ketentuan soal jaminan kehilangan pekerjaan. Sedangkan secara keseluruhan, ruu ini dianggap bisa meluruskan perizinan usaha yang masih berbelit di dalam negeri.

Baca Juga:  Jenderal Andika: Obat Covid-19 Ditemukan Melalui Proses Panjang

Kendati begitu, Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) yang terdiri dari organisasi buruh, tani, mahasiswa dan perempuan justru berencana menggelar aksi demonstrasi menuntut pembatalan RUU Ciptaker pada 14-16 Agustus mendatang.

“Kami akan aksi 14 hingga 16 Agustus, rencana aksi selama tiga hari di DPR. Momennya 14 Agustus itu sidang pertama masa reses. Puncaknya 16 waktu Jokowi pidato di DPR,” kata Perwakilan Gebrak dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Benni Wijaya. [red]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar