Menu

Mode Gelap
 

Jabar · 30 Jun 2022 05:41 WIB

Pemda Prov Jabar Kembali Gelar KIJB, Ratusan Inovasi Jabar Berkompetisi


 Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka KIJB 2022 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (10/6/2022). Perbesar

Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka KIJB 2022 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (10/6/2022).

BANDUNG NEWS- Pemda Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB). KIJB 2022 akan menyaring ratusan inovasi dari pemda provinsi, kabupaten/kota, BUMD, serta BUMN dan lembaga kementerian yang berkantor di Jabar.

KIJB 2022 adalah yang keenam kalinya diselenggarakan Pemda Provinsi Jabar. Tahun ini tema yang diangkat adalah Peningkatan Daya Saing Daerah Menuju Kemandirian.

Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka KIJB 2022 di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (10/6/2022). Turut menyaksikan secara virtual Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo.

Uu Ruzhanul menegaskan Pemda Provinsi Jabar selalu mendorong inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi dalam meningkatkan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat. Tiga hal ini perlu untuk mengakselerasi berbagai program pembangunan.

“Pak Gubernur (Ridwan Kamil) sengaja membawa inovasi menjadi salah satu kata dalam visi misi Jawa Barat, karena memang inovasi merupakan  keharusan dalam dunia digitalisasi seperti hari ini,” ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Menurut Pak Uu — sapaan akrab Uu Ruzhanul — seorang inovator harus mempunyai ilmu, kreativitas, dan mimpi. Maka KIJB merupakan bentuk apresiasi kepada para inovator yang telah memberikan pemikiran konstruktif dan inovatif bagi pembangunan di Jawa Barat.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Buka Connecticity International Conference on Creative Economy 2021

Pemda Provinsi Jawa Barat selalu mendorong bupati, wali kota, dan para stakeholders pemerintahan untuk berinovasi dalam pelayanan pada masyarakat.

“Terobosan-terobosan inovasi bertujuan supaya lebih efisien dalam melaksanakan tugas, supaya lebih efektif dan supaya lebih tepat sasaran,” kata Pak Uu.

Selama ini Pemda Prov Jabar telah meluncurkan banyak inovasi yang berbuah apresiasi. Salah satunya program OPOP (One Pesantren One Product) yang memberdayakan para santri di pondok pesantren.

“Dulu ekonomi pondok pesantren didorong hanya lewat kopontren (koperasi pondok pesantren), tetapi di bawah kepemimpinan Kang Emil ada inovasi yang lain yaitu OPOP,” ungkap Pak Uu.

“Alhamdulillah OPOP punya efek domino yang sangat luar biasa. Pondok pesantren tidak lagi tergantung dari zakat, infak, sedekah, dan syariah para santri,” bebernya.

Mendagri Tito Karnavian memandang KIJB sebagai bentuk inovasi  pemerintah dalam pelayanan publik yang datang dari Jawa Barat.

Baca Juga:  Cendekiawan Muda Jabar Harus Adaptasi Teknologi Digital

Menurutnya, kompetisi penting dalam menciptakan iklim kompetitif sehingga memacu, mendorong, dan memotivasi SDM terutama generasi muda untuk membuat terobosan baru yang akan mempercepat pembangunan di Jawa Barat.

“Saya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kompetisi ini. Saya yakin akan banyak terobosan kreatif yang muncul. Iklim kompetitif ini akan membuat hal baik bukan hanya untuk Jawa Barat tapi juga untuk Indonesia, dan mungkin juga akan berkelas dunia,” kata Tito.

Sementara Menpan RB Tjahjo Kumolo yakin KIJB akan menghasilkan banyak gagasan baru yang menjaid bukti nyata dari transformasi pelayanan publik. “KIJB juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem birokrasi yang efektif dan dinamis pada berbagai bidang pelayanan publik,” katanya.

New Concept New Champion

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat Linda Al Amin menuturkan, inovasi dalam pemerintahan akan mendorong tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik yang lebih baik, efisien, dan tepat sasaran. Outputnya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

Kata Linda, KIJB 2022 merupakan komitmen Pemda Prov Jabar untuk terus mendorong budaya inovasi, sekaligus memberikan apresiasi pada stakeholders dan inovator yang telah  berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui ide-ide yang luar biasa.

Baca Juga:  Jelang PTM, Disdik Jabar Tinjau Vaksinasi Pelajar di Indramayu

“Untuk memberikan penghargaan pada para inovator, KIJB 2022 melahirkan konsep baru dengan tagline New Concept New Champion. Inovasi yang dinilai bukan hanya pelayanan publik, juga ada tata kelola pemerintahan, tata kelola bisnis, inovasi sosial dan kemasyarakatan dan inovasi teknologi,” jelas Linda.

KIJB sebelumnya atau yang kelima menyaring 619 inovasi se-Jawa Barat. Diharapkan pada KIJB 2022 inovasi yang diikutkan dalam kompetisi akan lebih banyak lagi.

Adapun kategori yang bisa diikuti yaitu kesehatan, pendidikan dan budaya, pembangunan ekonomi, kepemudaan, olahraga dan lingkungan hidup, serta penanganan kemiskinan dan kesejahteraan sosial.

Adapun KIJB akan dimulai dengan tahapan input proposal 11 Juni – 31 Agustus, seleksi administrasi 1 September – 31 Oktober, penilaian proposal 1– 14 November, penilaian presentasi dan wawancara 15 – 30 November, penilaian verifikasi lapangan 1 – 15 Desember, dan Award KIJB 19 Desember 2022. (FF)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Harga BBM Naik, Ridwan Kamil Minta Pasokan BBM Bersubsidi Diawasi agar Tepat Sasaran

5 September 2022 - 18:44 WIB

Dinas Sosial Jawa Barat Bantu ODHA Tetap Beraktivitas Sosial dan Beri Pelatihan

3 September 2022 - 12:26 WIB

Mayors Retreat U20 Usai, Sekda Tegaskan Kolaborasi Harus Berlanjut

2 September 2022 - 12:31 WIB

Ridwan Kamil Resmikan Sekolah Dasar Akhyar International Islamic School

2 September 2022 - 12:27 WIB

Dinkes Jabar Rutin Tes HIV pada Kelompok Rentan

2 September 2022 - 12:21 WIB

Anggota DPRD Jabar Monitoring Pelaksanaan ANBK 2022

2 September 2022 - 11:14 WIB

Trending di Jabar