Menu

Mode Gelap
 

Jabar ยท 25 Mei 2022 22:05 WIB

Pemda Provinsi Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif untuk tingkatkan kualitas perencanaan pembangunan


 Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat mengunjungi sekaligus menutup Bazar Ramadhan Difabel Dinas Sosial (Dinsos) di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas (PSRPD), Kota Cimahi, Jumat (15/4/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar) Perbesar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat mengunjungi sekaligus menutup Bazar Ramadhan Difabel Dinas Sosial (Dinsos) di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas (PSRPD), Kota Cimahi, Jumat (15/4/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG NEWS — Pemda Provinsi Jawa Barat menggagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif Provinsi Jabar Tahun 2023. Inovasi tersebut bertujuan untuk memperkuat kualitas pola berencana yang makin kolaboratif dan berkonvergen antardokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja menuturkan, melalui inovasi tersebut, alokasi dana di luar bagi hasil pajak atau retribusi untuk kabupaten/kota pada tahun anggaran 2023 akan diselaraskan dengan target-target Pemda Provinsi Jabar.

“Pada dasarnya, yang kami inginkan adalah, kegiatan-kegiatan yang diusulkan di dalam kelompok pendanaan tersebut, baik bantuan keuangan atau hibah, harus searah atau sejalan dengan target-target apa yang akan kami capai di Provinsi Jawa Barat,” kata Setiawan di Kota Bandung, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga:  Dinkes se-Jabar dan Praktisi Bahas Khusus Hepatitis Akut Misterius

Dalam inovasi tersebut, Pemda Kabupaten/Kota di Jabar mengirimkan proposal usulan kegiatan. Nantinya, usulan kegiatan yang akan mendapatkan pendanaan dari provinsi itu dipresentasikan dan dinilai oleh tim juri independen.

“Tentu saja, tim juri ini akan melihat sejauh mana proposal yang mereka usulkan dari pendanaan ini. Dari proposal ini dengan berbagai kriteria, tapi intinya, dampak dan impak terhadap masyarakat ini harus betul-betul mengena,” ucap Setiawan.

Baca Juga:  Komisi V Pelajari Pergub Perubahan Status SMK Menjadi BLUD

“Dengan cara seperti ini, kita berharap efektivitas pendanaan ini akan lebih efisien di lapangan dan lebih mengena sesuai dengan target yang kita harapkan,” imbuhnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jabar Sumasna menuturkan, kebijakan pendanaan kompetitif diberlakukan untuk membantu membangun tingkat kolaborasi dan konvergensi terhadap indikator-indikator pembangunan daerah yang dirasakan perlu peningkatan kualitas. Itu tercermin dari tiga tema besar pendanaan kompetitif untuk usulan perencanan tahun 2023 mendatang.

Baca Juga:  DPRD Jabar: Setiap Generasi Miliki Tantangan Zaman

Adapun tiga tema besar pendanaan kompetitif tersebut yakni pembangunan ekonomi, penanganan kemiskinan dan masalah kesejahteraan sosial, serta optimalisasi potensi olahraga, kepemudaan, kebudayaan dan lingkungan hidup.

“Kolaborasi melalui pentaheliks ABCGM menjadi aktor penting dalam percepatan pembangunan di Jawa Barat,” kata Sumasna.

“Kolaborasi dimaksud dapat dilaksanakan dari proses planning (perencanaan), budgeting (penganggaran), implementation (implementasi), controlling (pengawasan), dan reporting (Pelaporan) dalam pembangunan Jawa Barat menuju Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi,” imbuhnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Turnamen Terbuka, Muhammad Farhan Regenerasikan Atlet Akuatik Olimpiade 2032

15 Juni 2022 - 13:27 WIB

Dinkes Jabar bersama Kab/Kota Layani Pemudik Mulai dari Kecelakaan Hingga Vaksin Booster

28 Mei 2022 - 13:14 WIB

Jawa Barat Tindaklanjuti Penjajakan PLTB dengan Investor Inggris

26 Mei 2022 - 22:32 WIB

Wagub Jabar Dorong Petani Generasi Zilenial Mampu Bangkitkan Jawa Barat Swasembada Pangan

25 Mei 2022 - 22:17 WIB

Jabar Raih Opini WTP Kesebelas Kalinya

25 Mei 2022 - 22:14 WIB

Jabar Susun Strategi agar Lonjakan Wisatawan Gairahkan UMKM

25 Mei 2022 - 21:54 WIB

Trending di Jabar