Pemerintah RI Dukung Kemerdekaan Palestin dan Kutuk Keras Tindakan Israel


BANDUNG NEWS – Pemerintah Indonesia secara tegas mengutuk tindakan Israel mengusir warga Palestina dari Syekh Jarrah, Yerusalem Timur dan menyerang warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa.

Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno LP Marsudi, mengatakan, kepala Negara (Presiden Jokowi) menyampaikan bahwa Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran yang terus dilakukan oleh Israel. Ditegaskan Presiden, Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga:  Densus 88 Anti Teror Tangka 13 Orang Terduga Teroris di Riau

“Indonesia juga mengecam meluasnya ketegangan dan kekerasan khususnya di jalur Gaza yang menyebabkan puluhan korban jiwa warga sipil yang tidak berdosa,” ujar Menlu. Dikutip laman Setkab.

Dia mengatakn, Indonesia terus berusaha semaksimal mungkin di semua lini untuk membantu rakyat Palestina, termasuk di Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP).

Baca Juga:  Intruksi Menag ASN Wajib Upacara Bendera Setiap Tanggal 17

CEIRPP adalah komite di Majelis Umum PBB yang dibentuk tahun 1975 dengan mandat untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk hak kemerdekaan Palestina.  Saat ini Indonesia adalah salah satu negara anggota Biro dan memangku jabatan Wakil Ketua dalam Komite tersebut.

“Indonesia juga terus mendesak agar Dewan Keamanan PBB dapat mengambil langkah nyata menghentikan seluruh kekerasan dan menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi Palestina,” ujar Menlu.

Baca Juga:  DPR RI Tolak Wacana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako dan Lembaga Pendidikan

Tak hanya di PBB, Indonesia juga mengusulkan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB) untuk dapat segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas ini.

“Sudah terlalu lama hak-hak bangsa dan rakyat Palestina digerogoti oleh Israel. Indonesia akan terus bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya,” pungkasnya.[amt]