Menu

Mode Gelap
 

Uncategorized ยท 2 Feb 2021 16:47 WIB

Pemkot Bandung Dorong Kewilayahan Miliki Isolasi Mandiri Representatif


 Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna (Foto: Humas Kota Bandung) Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna (Foto: Humas Kota Bandung)

BANDUNG NEWS – Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung menegaskan tidak ada istilah jumlah ideal tempat isolasi mandiri bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di Kota Bandung.

Menurutnya, hal terpenting Pemerintah Kota Bandung secara preventif harus mempersiapkan hal tersebut agar tidak terjadi kekacauan psikologi orang-orang.

“Misalnya nanti banyak orang yang terpapar, kemudian tempat berkurang, ya lebih baik kita antisipatif preventif saja,” katanya usai menghadiri Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga:  Ridwan Kamil Dukung Ekspresi Warga di Ruang Publik Asal Jaga Ketertiban

Ema memastikan, saat ini Pemkot Bandung juga terus mengutamakan angka kasus yang ditekan. Walau pun ada penambahan tempat isolasi mandiri dan tidak dipergunakan tidak akan jadi masalah.

“Untuk ruang isolasi itu ada tiga tempat dan itu pun tidak full semua, tapi kita antisipasi,” katanya.

“Kemudian kita juga dorong supaya ada tempat isolasi mandiri di masing-masing wilayah di Kecamatan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Cegah Gratifikasi, Jabar Gagas Serbet Panon

Dari informasi yang didapatkan, Ema mengatakan dari 30 Kecamatan di Kota Bandung, baru 9 Kecamatan yang lolos dan memenuhi standar setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh Tenaga Kesehatan.

“Ini sedang kita maksimalkan agar tiap Kecamatan minimal ada 1 tempat isolasi mandiri yang representatif dan bisa dimanfaatkan oleh warga. Idealnya 1 tiap Kelurahan. Tapi kita pun tidak mudah mendapatkan fasilitas seperti itu,” ucapnya.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Minta Perbankan Lebih Aktif untuk Menyalurkan Kredit kepada Petani

Ema mencontohkan, ada satu tempat di RW 09 Kecamatan Rancasari yang telah memenuhi standar. Di sana kekompakkan masyarakat pun sangat luar biasa.

Hal itu bisa menjadi barometer atau tolak ukur tempat isolasi mandiri di tingkat wilayah.

“Jadi setiap kecamatan bisa belajar ke sana bahwa tempat itu paling representatif. Dan itu sangat dibutuhkan apabila kebijakan yang akan dibahas nanti terkait karantina wilayah oleh Presiden akan diterapkan di Kota Bandung,” ucapnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PMK di Jabar Menurun, Uu Ruzhanul: Vaksinasi dan Skrining Hewan Tetap Jalan

30 Juli 2022 - 19:34 WIB

Atalia:Sekoper Cinta Tumbuhkan Ekonomi dari Kreativitas Perempuan

28 Juli 2022 - 20:22 WIB

Ridwan Kamil Tantang PWRI Jabar Hasilkan Gagasan Terkait Isu Kekinian

28 Juli 2022 - 19:36 WIB

Ridwan Kamil Bertemu Ironman Asal Cirebon

28 Juli 2022 - 17:34 WIB

Ridwan Kamil Dukung Ekspresi Warga di Ruang Publik Asal Jaga Ketertiban

28 Juli 2022 - 16:54 WIB

Cegah Perundungan, Ridwan Kamil: Guru Awasi Jam – Jam Kritis

28 Juli 2022 - 16:51 WIB

Trending di Uncategorized