Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kesehatan ยท 26 Jan 2021 12:17 WIB

Pemkot Bandung Dukung Aktivasi Puskesmas Sebagai Simpul 3T


 Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, melalui program penguatan Puskesmas bisa mempercepat pencaria dan penelusuran kasus Covid-19 dengan 3T. (Foto: Humas Kota Bandung) Perbesar

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, melalui program penguatan Puskesmas bisa mempercepat pencaria dan penelusuran kasus Covid-19 dengan 3T. (Foto: Humas Kota Bandung)

BANDUNG NEWS – Pemprov Jabar mendorong kerja sama dan inovasi dalam penanggulangan Covid-19 melalui program penguatan 100 Puskesmas di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat, salah satunya Kota Bandung.

Langkah tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk mengaktifkan Puskesmas sebagai simpul 3T (Testing, Tracing, Treatment).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyambut baik upaya tersebut. Pasalnya hal itu dapat menguatkan Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan terdekat dengan masyarakat.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, melalui program penguatan Puskesmas bisa mempercepat pencaria dan penelusuran kasus Covid-19 dengan 3T.

Baca Juga:  Survey IPRC: 60 Persen dari 1.002 Warga Puas atas Kinerja Pemkot Bandung di Bidang Kegamaan

“Ini satu upaya yang baik. Kalau di level Puskesmas mudah-mudahan semakin mempercepat tracingnya. Begitu di test positif, langsung ditracing siapa yang kontak erat. Mudah-mudahan mengurangi penyebaran,” tutur Yana, usai mengikuti Rakor Persiapan Penguatan Puskesmas secara virtual, Selasa (26/1/2021).

Melalui program tersebut, Yana berharap, bisa membantu penanganan pasien Covid-19 sehingga tidak terjadi penumpukan maupun antrean di Rumah Sakit rujukan.

Terlebih saat ini bed occupancy rate (ketersediaan tempat tidur) di Rumah Sakit rata-rata di atas 80 persen.

Baca Juga:  Turunkan Stunting, Oded M Danial Minta Penanganan Secara Holistik

“Jadi mudah-mudahan dengan difungsikannya puskesmas sebagai rujukan juga bisa mengurangi beban dan mempercepat penanganan pasien Covid-19,” imbuhnya.

Di Kota Bandung, kata Yana, ketersediaan TT (Tempat Tidur) di Rumah Sakit rujukan Covid-19 kini sudah mencapai 75%.

Meski terlihat menurun, Yana meminta masyarakat harus tetap waspada, mengingat kasus positif aktif semakin bertambah setiap harinya.

“Karena menurun itu karena jumlah TT bertambah, jadi persentasenya sebetulnya keliatan menurun. Padahal huniannya sudah di atas 1000,” tuturnya.

Baca Juga:  Percepat PTM, Pemkot Bandung Kebut Vaksinasi Siswa

“Tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, tetap berprilaku hidup bersih dan sehat. Insyaallah kita semua terhindar dari Covid-19,” pintanya.

Yana mengaku segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk segera menindaklanjuti program tersebut.

“Ini coba kita diskusikan, karena 100 Puskesmas itu untuk 12 kabupaten/kota. Nah, Kota Bandung kita nanti kebagian berapa, kemudian ada 3.000 kader perawat yang akan dibiayai Pemprov, nah itu kita kebagian berapa,” beber Yana.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Jabar Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

9 Desember 2022 - 09:38 WIB

DPRD Jabar Ungkap Kekurangan Penataan Kawasan Cihideng Tasikmalaya

7 Desember 2022 - 17:24 WIB

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

Trending di Jabar