Pemkot Bandung Minta Kepada Camat Sediakan Tempat Isoma yang Layak


Yustisi
Ilustrasi pasien covid-19. (Foto: pixabay)

BANDUNG NEWS – Salah satu langkah mencegah penanganan Covid-19 lebih cepat, Pemkot Bandung mendorong setiap kecamatan menyediakan ruang isolasi mandiri (Isoma) yang layak bagi pasien Covid-19.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bandung, Hendrawan mengatakan, kecamatan dan puskesmas terus menjalin koordinasi intensif terkait pengadaan tempat isolasi mandiri.

Hasilnya, dari 30 kecamatan di Kota Bandung, saat ini sudah ada 15 kecamatan yang mampu menghadirkan tempat isolasi mandiri dengan standar cukup mumpuni.

Baca Juga:  Penyaluran Bansos PPKM Warga Kota Bandung Sudah Capai 70 Persen

“Tempat isoman (isolasi mandiri) di 15 kecamatan ini sudah hasil konfirmasi dengan puskesmas. Pak camat koordinasi dan sudah disebutkan layak, maka itu sudah bisa dipakai oleh masyarakat,” katanya, seperti dikutip dari laman humas Pemkot Bandung. Pada Rabu 16 Juni 2021.

Baca Juga:  Serlok Bantaran, Destinasi Wisata Edukasi Alam Baru di Kota Bandung

Hendrawan menyatakan, bukan berarti tidak memiliki tempat isolasi mandiri. Hanya saja perlu adanya peningkatan kualitas, utamanya berkenaan dengan infrastruktur fasilitas penunjang tempat isolasi mandiri.

Untuk pemenuhan sarana dan prasarana tempat isolasi mandiri ini, Hendrawan menyerahkan sepenuhnya kepada kecamatan atas koordinasi dengan puskesmas di wilayah kerjanya. Hal terpenting adalah fungsinya bisa dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga:  Soal Aksi Unjuk Rasa Tolak PPKM Darurat, Ini Sikap Kesbangpol Kota Bandung

“Tapi semua kecamatan terus berupaya. Mudah-mudahan antisipasi lonjakan pandemi tempat-tempat ini bisa dipindahkan. Kalau fasilitas yang disediakan sudah penuh ya tempat ini bisa dipakai,” jelasnya.

“Kami meminta kepada para camat untuk terus mengupayakan agar di tiap wilayah menyiapkan tempat isoman,” pungkasnya.[amt]