Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 24 Sep 2020 11:07 WIB

Pemprov Jabar Akan Tanamkan Budaya Tangguh Bencana Sejak Dini


 Jabar akan persiapkan cetak biru provinsi tangguh bencana melalui pendidikan dan pelatihan Perbesar

Jabar akan persiapkan cetak biru provinsi tangguh bencana melalui pendidikan dan pelatihan

BANDUNGNEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), akan mulai menanamkan budaya tangguh bencana sejak usia dini. Saat ini pemerintah telah menyiapkan cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province). Budaya Tangguh Bencana Jabar ini akan ditanamkan kepada seluruh warga melalui pendidikan sekolah sejak dini hingga pelatihan.

Dikatakan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, terdapat 1.500 hingga 2.000 bencana yang terjadi di Jabar setiap tahun. Dengan risiko kebencanaan itu, warga Jabar diminta menyesuaikan diri dan memiliki budaya tangguh bencana.

“Saya minta masyarakat Jabar mulai menyesuaikan diri dengan budaya tangguh dalam menghadapi bencana, karena letak geografis Jabar yang kelihatannya indah, tapi juga berbahaya dan tentunya dapat menimbulkan bencana,“ kata Emil, sapaan Ridwan kamil, dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Dalam menyusun Budaya Tangguh Bencana Jabar, Kang Emil berujar bahwa pihaknya merujuk kepada Jepang, di mana budaya tangguh untuk menghadapi bencana sudah ditanam dalam pola pikir dan budaya masyarakatnya sejak sekolah dasar.

Baca Juga:  Jadi Ketum ADPM, Ridwan Kamil: Energi Terbarukan Prioritas

“Maka dari itu, kami mencoba belajar ke arah yang sama, yang kami butuhkan adalah mengubah semua kondisi yang ada dalam penanganan bencana menjadi sebuah budaya tangguh dalam menghadapi bencana,” ujar Emil.

“Oleh karena itu, dalam kepemimpinan saya sebagai gubernur, kami mencoba mengubah pola pikir baru ini menjadi apa yang kami sebut budaya tangguh,” tambahnya.

Adapun menurut Kang Emil, terdapat enam faktor atau pilar penting untuk menciptakan budaya tangguh bencana di Jabar. Pertama, mendidik warga dan memberikan pengetahuan agar mereka bisa bersikap preventif soal kebencanaan.

“Jadi warga harus paham tentang budaya tangguh bencana ini untuk kebutuhan dirinya sendiri ketika terjadi bencana,” sambung Emil.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Komitmen Perkuat Independensi Aparat Pengawasan Interen Pemerintah

Kedua, memberikan pengetahuan tentang budaya tangguh bencana kepada seluruh pemangku pendidikan mulai dari sekolah dasar sehingga tangguh bencana menjadi bagian dari ilmu pengetahuan sehari-hari masyarakat Jabar.

“Ketiga, kami mencoba merancang infrastruktur yang tahan bencana, dimulai (contohnya) dari kawasan yang berpotensi tsunami, nantinya akan didesain berbeda dengan infrastruktur yang rawan banjir di perkotaan,” tambahnya.

Keempat, lanjutnya, menciptakan karakater tangguh bencana melalui kinerja lembaga pemerintahan dalam mengambil kebijakan, termasuk contohnya terkait pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi.

“Kami belajar bahwa regulasi dan kebijakan harus menyesuaikan dengan jenis bencana, mulai dari bencana alam, bencana kesehatan, hingga bencana buatan manusia,” ucap Emil.

Kelima, membuat lingkungan tempat tinggal yang memiliki konsep berkelanjutan dengan memperhatikan faktor penting 3P yaitu planet, people, dan profit. Sehingga tercipta keseimbangan ekonomi, lingkungan, dan keadilan sosial.

Baca Juga:  Phinera Wijaya Ajak Masyarakat Jangan Takut Divaksin COVID-19

“Itulah yang kami sebut ekologi ketahanan,” tuturnya.

Terakhir, pilar keenam bertujuan menghidupi kebutuhan pascabencana melalui pembiayaan yang sudah disiapkan.

“Kami sebut pembiayaan tangguh. Artinya anggaran yang kita miliki untuk pembangunan tidak hanya dilakukan selama bencana, tetapi juga dalam keadaan darurat ataupun pascabencana, dengan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk pendidikan,” kata Kang Emil.

Selain itu, untuk menyokong enam pilar Budaya Tangguh Bencana Jabar, Pemprov Jabar akan memiliki Command Center untuk ketahanan, di mana terdapat sistem peringatan dini, membaca potensi perubahan iklim menjadi potensi bencana, hingga indeks ketangguhan masing-masing daerah di Jabar.

“Jadi harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, 27 kabupaten/kota se-Jabar paham mana area dari enam poin itu yang kuat atau lemah sehingga punya indeks tentang penanganan bencana yang tepat,” tandasnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weni Dwi Aprianti Minta Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Pengungsi Gempa Cianjur

9 Desember 2022 - 10:12 WIB

DPRD Jabar Minta Pemprov Gali Potensi Alam Guna Tingkatkan PAD

9 Desember 2022 - 09:58 WIB

DPRD Jabar Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

9 Desember 2022 - 09:38 WIB

DPRD Jabar Ungkap Kekurangan Penataan Kawasan Cihideng Tasikmalaya

7 Desember 2022 - 17:24 WIB

Minim Sosialisasi ASO, DPRD Jabar: Padahal Program Strategis

7 Desember 2022 - 17:11 WIB

Fraksi PKS DPRD Jabar Minta Anggaran Tanggap Bencana Ditambah

7 Desember 2022 - 16:48 WIB

Trending di Jabar