Pemprov Jabar Percepat Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19


anggaran

BANDUNG NEWS – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jabar Nanin Hayani Adam menyampaikan, Pemprov Jabar terus mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 untuk penanganan COVID-19.

Saat ini kata dia, realisasi anggaran penanganan COVID-19 sudah mencapai 17,58 persen atau Rp204,5 miliar dari total  Rp1,1 triliun.

Baca Juga:  Menko Luhut Minta Command Center Terus Update Perangkat Lunak

“Anggaran untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp57,7 miliar, sudah terealisasikan sebesar Rp33,5 miliar atau sekitar 58,15 persen,” ungkap Nanin.

Pemprov Jabar sudah melakukan pergeseran anggaran dengan menambah Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp400 miliar pada 12 Juli 2021. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp144 miliar berasal dari penghentian sementara proyek strategis.

“Yang intinya memperbolehkan daerah untuk melakukan pergeseran anggaran. Jika untuk bantuan sosial dan dukungan PPKM Darurat di daerah tidak memadai,” katanya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Terima Bantuan Oksigen dan Sembako

Bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak PPKM, lanjutnya, seperti pelaku usaha yang tidak dapat melakukan aktivitas selama PPKM, pekerja seni, dan pekerja harian lepas.

“Sedangkan 1,9 juta Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) yang menerima bansos Pemda Provinsi Jabar pada 2020 sudah tercover oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Layanan PosAja!, Pos Indonesia Gandeng Nujek dan Perkenalkan O-Ranger Mawar

“Adapun realisasi anggaran pemerintah provinsi jawa barat per tanggal 23 juli 2021, yakni pendapatan 40,91 persen dan belanja 39,82 persen. Terjadi perlambatan dalam pendapatan sehingga diprediksi tidak akan mencapai target pada akhir tahun 2021 sebesar Rp5,6 triliun,” pungkasnya.

(amt)