Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 10 Mei 2021 15:56 WIB

Pemprov Jabar Siapkan 15 Ribu Antigen untuk Wisatawan yang Berlibur Pasca Lebaran


 Instagram/dagobackerypunclut Perbesar

Instagram/dagobackerypunclut

BANDUNG NEWS – Mengantisipasi membludaknya wisatawan pasca Hari Raya Idul Fitri, Pemeringah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema dengan tes antigen kepada para pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jabar Dedi Taufik mengatakan, pihaknya akan melakukan rapid test antigen secara acak di destinasi wisata yang berpotensi mendatangkan banyak wisatawan.

Tes antigen yang dilakukan pada 8-9 Mei 2021 dan 15-16 Mei 2021 tersebut bertujuan untuk mencegah penularan  dan mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 saat libur Lebaran, terutama di destinasi wisata yang diprediksi menjadi tujuan utama masyarakat seiring adanya larangan mudik.

Baca Juga:  Empat Daerah Bodebek Masuk Zona Merah Jawa Barat

“Apabila ada pergerakan menuju objek wisata, kita lakukan antisipasi. Ada 15 ribu Antigen yang akan kita sebar ke tempat-tempat wisata,” ujarnya, dilansir dari laman Humas Jabar.

Sesuai arahan Kapolri, destinasi wisata yang berada di daerah berstatus Zona Merah atau Risiko Tinggi akan ditutup. Di samping itu, antisipasi perlu disiapkan manakala ada pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata setelah masa pelarangan mudik berakhir.

Baca Juga:  Kegiatan Belajar Tatap Muka di Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Dihentikan

“Setelah lebaran kan ada pergerakan. Kalau sekarang larangan untuk mudik, tapi kami antisipasi. Disparbud Jabar dan Kabupaten/Kota sudah menyiapkan antisipasi. Yaitu 3T, Testing – Tracing – Treatment. Salah satunya testing melalui tes secara acak apabila ada pengunjung ke destinasi wisata,” ujarnya.

Selain melaksanakan tes secara acak, Disparbud Jabar dan Disparbud Kabupaten/Kota di Jabar akan memonitor pembatasan jumlah pengunjung, pembatasan jam operasional, serta penerapan protokol kesehatan di hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan, dan destinasi wisata.

Baca Juga:  Libatkan 14.500 UMKM, Gernas BBI jabar Resmi Diluncurkan

“Kami bekerja sama dengan Jabar Digital Service terkait pendataan. Nanti setiap tempat wisata kami akan pasang secara digital perhitungan kapasitas. Misalnya kapasitasnya 500. Nanti ada pemberitahuaan di sini kapasitas sudah penuh. Anda tidak bisa datang ke tempat wisata itu,” pungkasnya.[amt]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Atalia Praratya Raih Penghargaan Kategori Promoter Literacy di IKAPI Awards 2022

10 November 2022 - 07:36 WIB

Jabar Data Viz Festival Ajak Warga dan ASN Jadi Agent of Change

8 November 2022 - 08:07 WIB

Trending di Jabar