Menu

Mode Gelap
 

Jabar · 3 Jun 2021 15:26 WIB

Penderita Covid-19 di Jabar Bertambah Imbas Hari Libur dan Idul Fitri


 Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar meresmikan program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) di Puskesmas Cikarang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (1/2/2021). (Foto: Rizal/Humas Jabar) Perbesar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar meresmikan program PUSPA (Puskesmas Terpadu dan Juara) di Puskesmas Cikarang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (1/2/2021). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

BANDUNG NEWS – Kasus penderita Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) meningkat. Hal tersebut berimbas pada keterisian rumah sakit secara siginifikan, dari 30,6 persen pada minggu lalu menjadi 38,2 persen. Hal tersebut disebakan imbas dari hari libur dan mudik lebaran.

“Ini adalah imbas dari libur dan mudik yang bocor. Sudah kita upayakan dan mudah-mudahan menjadi pelajaran bahwa apa yang dulu kita upayakan memang sebenarnya untuk menghindari hal-hal seperti ini,” ujar  Ridwan Kamil, usai memimpin Rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin 31 Mei 2021 lalu.

Baca Juga:  Pemprov Harus Miliki Kajian Perluasan Wilayah Penghasil Teh Jawa Barat

“Rumah Sakit yang sudah di ambang batas. Seperti RS Al Ihsan kemudian RS Santosa, RS Immanuel sudah ada yang 70 persen hingga 90 persen,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Humas Jabar.

Dia meminta rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar yang tingkat keterisian sudah mencapai 70 persen untuk menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Hadiahi 72 Pengantin Baru Honeymoon di Hotel Berbintang

“Kalau sudah mendekati 70 persen per rumah sakit, itu segera mengalokasikan jumlah kamar-kamar rawat. Yang yang tadinya untuk pasien penyakit umum kepada pasien COVID-19,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan kepada Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut, untuk terus menekan kasus aktif dan meningkatkan rata-rata kesembuhan pasien penderita COVID-19.

Baca Juga:  DPR RI: Penguatan Lembaga Pembarantas Kejahatan Siber Terkendala di Payung Hukum

Sebab, kasus aktif di ketiga daerah tersebut terbilang tinggi. Sedangkan, tingkat rata-rata kesembuhan masih rendah. Kang Emil pun meminta ketiga daerah tersebut untuk melakukan kejutan dan antisipasi.

“Kami akan beri atensi. Hari rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran bersama Forkopimda untuk melakukan antisipasi,” pungkasnya.[amt]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-77 Provinsi Jawa Barat: Momentum Penghormatan Kepada Para Pendahulu Pejuang Provinsi Jawa Barat

19 Agustus 2022 - 14:48 WIB

DPRD Jabar Apresiasi Surat Edaran Siaran Keagamaan KPID Jabar

18 Agustus 2022 - 18:39 WIB

Genap Berusia 6 Tahun, MEDIAJABAR.COM Gabungkan Jurnalistik dengan Sistem Teknologi Digital

18 Agustus 2022 - 11:07 WIB

Dihadiri Bupati Anne, DPRD Purwakarta Gelar Rapat Paripurna Terkait 2 Raperda

17 Agustus 2022 - 18:49 WIB

Wagub Jabar Dukung Program 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha di Kota Depok

16 Agustus 2022 - 11:00 WIB

Ridwan Kamil Hadiahi 72 Pengantin Baru Honeymoon di Hotel Berbintang

16 Agustus 2022 - 10:30 WIB

Trending di Jabar