Menu

Mode Gelap
 

News · 22 Jul 2020 12:44 WIB

Perakit Senpi Ilegal di Bandung Diamankan Polisi


 Perakit Senpi Ilegal di Bandung Diamankan Polisi Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Seorang pengusaha bengkel berinisial AS diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/7/2020).

AS terbukti memiliki ratusan butir peluru tajam dan tiga senjata api rakitan laras panjang. Penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan warga terkait adanya warga yang membuat senjata api ilegal.

Kemudian, pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020 sekira pukul 22.00 WIB, Subdit 1 Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jabar melakukan penggeledahan dan penangkapan dikediaman pelaku AS. Dari kediaman pelaku, polisi mengamankan dua senjata api siap pakai berikut dengan ratusan peluru tajam.

Baca Juga:  Yunandar Eka Perwira Minta Pemprov Jabar Bikin Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis

“Tersangka langsung kita amankan berikut dengan barang buktinya. Satu pucuk senjata api laras panjang kaliber 5,56 mm 4 TJ, satu pucuk senjata api laras panjang kaliber 5,56 mm 5 TJ dan 275 butir peluru berbagai jenis,” ucap Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, akombes Pol CH Patoppoi saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga:  Ketiga Anak Widi Mulia Rilis Lagu Anak 

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut Patoppoi, pelaku AS telah merakit senjata api sejak tahun 1998. Dalam kurun waktu 22 tahun, Dia berhasil merakit dua pucuk senjata api.

“Senpi ilegal ini berdasarkan pengakuan tersangka, yang bersangkutan udah mencoba utak atik senpi sejak 98. Ini baru berhasil ada dua,” ungkap Patoppoi.

Lebih lanjut, Patoppoi menambahkan, pelaku AS mengaku senpi tersebut dipakainya untuk melakukan perburuan babi di hutan. Namun, polisi tidak begitu saja mempercayainya dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Ketum HIPMI: Indonesia Sudah 75 Tahun, Tapi Belum Merdeka Secara Ekonomi

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan pelaku merakit dan memproduksi senpi ilegal untuk pemesanan pelaku kejahatan lainnya.

“Ini masih pengembangan apakah ini di pesan oleh pelaku kejahatan lainnya. Ini bukan senjata angin ini, pelurunya juga peluru tajam,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, Polisi menjerat AS dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI no 12 tahun 1951. Ancaman pidananya 20 tahun maksimal seumur hidup.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kolaborasikan TMMD dan Gempungan Demi Wujudkan Purwakarta Istimewa

12 Mei 2022 - 18:19 WIB

Kepala KCD XII Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed: Tingkatkan Kompetensi Murid Sekolah

4 April 2022 - 23:09 WIB

Cegah Meningkatnya Penyalahgunaan Narkoba, BNN Rangkul Pelajar Melalui Festival Paduan Suara

28 Maret 2022 - 23:09 WIB

Jelang Ramadan XL Axiata Perkuat Jaringan untuk Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat

28 Maret 2022 - 20:09 WIB

Elektabilitas PDIP Tertinggi, Ono Surono: Terimakasih Atas Kepercayaan Rakyat

28 Maret 2022 - 20:05 WIB

Ikut ‘Gerbong’ Ekonomi Syariah, Aktivis Se-Bandung Raya Siap Gabung Badan Usaha Milik Pemuda

27 Maret 2022 - 10:56 WIB

Trending di Jabar