Perayaan Malam Tahun Baru di Bandung Hasilkan Sampah 60 Ton, Naik 13 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi

BANDUNG NEWS – Perayaan malam tahun baru 2023 di Bandung menghasilkan 60 ton sampah. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan perayaan tahun baru 2022 sebesar 13 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Dudy Prayudi, senin (2/1/2023).

“Sampah diangkut pada (puncak) malam tahun baru 151 meter kubik atau 60 ton dalam satu malam. Pencapaian ini meningkat 13 persen di tahun sebelumnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Dinsos Kota Bandung Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran

Dudy mengatakan, jumlah sampah yang diangkut lebih banyak relatif wajar sebab perayaan malam tahun baru 2023 kebijakan PPKM sudah dicabut. Pada perayaan tahun baru 2022 PPKM masih berlaku dengan status level dua.

Lebih lanjut Dudy mengungkapkan, petugas yang dikerahkan untuk membersihkan sampah di malam tahun baru 2023 sebanyak 427 orang. Mereka bertugas di titik-titik keramaian di Kota Bandung seperti di Alun-Alun Bandung.

Baca Juga:  Penerapan Ganjil Genap di Kota Bandung Dinilai Bikin Repot Warga

Petugas pun menyiapkan tong-tong sampah di titik-titik keramaian yang dilewati oleh masyarakat. Pengangkutan sampah relatif berjalan aman dan terkendali. “Alhamdulillah di malam tahun baru kemarin berjalan kondusif aman terkendali,” katanya.

Dudy mengatakan para petugas kebersihan mulai bekerja membersihkan sampah sisa perayaan tahun baru 2023 setelah pukul 00.00 WIB. Proses pembersihan berjalan kurang lebih 2 hingga 3 jam dan selesai subuh serta langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Baca Juga:  Jadi Syarat PTM, Vaksinasi Remaja Percepat Herd Immunity

Namun begitu, Dudy mengatakan petugas masih menemukan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Padahal sudah disiapkan tong sampah di titik-titik keramaian.

“Buang sampah sembarangan masih ada tampaknya terus harus dimasifkan budaya tidak membuang sampah sembarangan, dan harus membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Dengan budaya tidak membuang sampah sembarangan, ia berharap budaya tersebut menjadi perilaku sehari-hari masyarakat Kota Bandung.

  • Bagikan