Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 27 Okt 2022 13:09 WIB

Pertemuan RKO di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota


 Pertemuan RKO di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Perbesar

BANDUNG NEWS – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Nina Susana menghadiri pertemuan rencana kebutuhan obat (RKO) di Dinas Kesehatan 27 Kabupaten/ Kota di Jawa Barat secara virtual melalui Zoom Meetings, Jumat (14/10/2022).

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan ketersediaan pemerataan keterjangkauan mutu sediaan farmasi maka kami perlu mengadakan pertemuan penyusunan RKO dengan tujuan agar terjaminnya ketersediaan obat di Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  Permasalahan Irigasi Cipanas Indramayu Perlu Koordinasi Banyak Pihak

Kementerian kesehatan telah menyediakan sistem penyampaian RKO secara online melalui aplikasi e-monev katalog obat pada tahun 2016. Melalui website monevkatalogobat.kemkes.go.id untuk Dinas Kesehatan Kab/ Kota, rumah sakit pemerintah dan faskes swasta yang bekerja sama dengan BPJS.

“Dengan adanya aplikasi ini dinas kesehatan provinsi, Kementerian Kesehatan Ri dan penyedia dalam hal ini industri farmasi dapat memantau dan memprediksi rencana kebutuhan obat yang disampaikan oleh dinas kesehatan Kabupaten/Kota, rumah sakit dan faskes swasta yang bekerja sama dengan bpjs dan diharapkan  tidak ada lagi keluhan kekosongan obat pada pengadaan dengan e- katalog obat,” kata Kadinkes Nina.

Baca Juga:  Opik Lepas Gaji Rp12 Juta Jadi Petani Jamur Tiram

Tahun 2020, 2021 dan 2022 karena berada dalam masa pandemi Covid-19 jadi tidak bisa melaksanakan pertemuan RKO secara langsung.

Adapun proses desk dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi e monev katalog obat.

Pada pertemuan ini akan disampaikan juga mengenai evaluasi pengadaan obat program gizi dan kia sumber dari anggaran dak fisik tahun 2022.

Baca Juga:  Sukses Entaskan Desa Tertinggal, Gubernur Jabar Terima Penghargaan

”Dengan diselenggarakannya pertemuan perencanaan kebutuhan obat diharapkan dapat menghasilkan rencana kebutuhan obat yang valid di fasilitas  kesehatan untuk menjamin ketersediaan obat sesuai amanat undang-undang,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Jabar Ungkap Kekurangan Penataan Kawasan Cihideng Tasikmalaya

7 Desember 2022 - 17:24 WIB

Hadiri Pelantikan ABPPTSI Jabar, Sekda: Mitra Strategis Bentuk SDM Berkualitas

22 November 2022 - 19:20 WIB

Uu Ruzhanul Minta Masyarakat Perkuat Ekonomi Melalui UMKM

22 November 2022 - 19:04 WIB

Ridwan Kamil Paparkan Empat Inovasi Unggulan dalam Tahap Penilaian IGA 2022

21 November 2022 - 21:32 WIB

Pesan Uu Ruzhanul kepada Pelajar: Cintai Alam, Banyak Berorganisasi

21 November 2022 - 13:39 WIB

Jabar International Marathon, Ridwan Kamil: Perkuat Sport Tourism Jabar

21 November 2022 - 13:37 WIB

Trending di Jabar