PM Libanon Resmi Mundur Pascaledakan Beirut


Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab/Net

BANDUNGNEWS.ID- Perdana Menteri Libanon Hassan Diab resmi mengumumkan pengunduran diri di tengah krisis politik pascaledakan di Pelabuhan Beirut 4 Agustus lalu.

Dilansir CNN, pengunduran diri Diab disampaikan pada Senin (10/8) malam waktu setempat, kurang dari seminggu setelah ledakan besar di Beirut. Perdana Menteri Hassan Diab menyampaikan secara langsung pengunduran dirinya dan pemerintahannya.

“Hari ini kami mengindahkan orang-orang dan tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas bencana,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca Juga:  BKKBN Bersama DPR RI Lakukan Sosialisasi Bangga Kencana di Bekasi

“Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintahan.”

Kabar pengunduran diri Diab mulanya telah diketahui sebelum rapat kabinet yang digelar Senin (10/8) sore atau malam WIB. Pengunduran diri Diab tidak terlepas dari insiden ledakan pada 4 Agustus yang menewaskan lebih dari 160 orang tersebut.

Seperti diketahui, sebelum Hassan Diab mundur, sudah ada empat menteri kabinetnya yang telah menyatakan mundur. Mereka adalah Menteri Keuangan Ghazi Wazni, Menteri Kehakiman Marie Claudie Najm, Menteri Informas Manal Abdul Samad, dan Menteri Lingkungan Damianos Kattar.

Baca Juga:  BKKBN Bersama Anggota DPRD Edukasi Remaja Dengan Kampanyekan 2125 Keren

Tak hanya unsur kabinet, setidaknya sebanyak sembilan anggota parlemen juga menyatakan berhenti menyusul gelombang demonstrasi warga dalam nuansa krisis politik Libanon ini.

Insiden ledakan timbunan materiam ammonium nitrat itu sekurangnya menewaskan 200 orang, menghancurkan area hingga radius 5 kilometer.

Ledakan mengakibatkan 300.000 penduduk Libanon kehilangan tempat tinggal layak akibat hancur atau rusak berat terdampak ledakan. Presiden Libanon Michel Aoun mengatakan ledakan pada Selasa (4/8) lalu disebabkan oleh timbunan amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan tanpa pengamanan selama bertahun-tahun.

Baca Juga:  Cegah Klaster Baru COVID-19, RK Sarankan Kampanye Digital Dalam Pilkada 2020

Bahan tersebut seharusnya dikirim ke Mozambik dari Georgia. Namun kapal tidak diizinkan meninggalkan Beirut karena belum membayar biaya pelabuhan.

Ledakan hebat tersebut menyebabkan setidaknya 160 orang meninggal dunia dan lebih dari lima ribu orang terluka. [red]


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win