PPI Jabar Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Harga Daging Sapi Jelang Idul Fitri


PPI
Ketua PPI Jabar, Ahmad Baehaqi al-Abrori, Bersama Sekretari PPI Jabar Dadan K Ramdan.

BANDUNG NEWS – Pimpinan Daerah (Pimda) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jawa Barat menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika harga daging sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Ketua Pimda PPI Jabar, Ahmad Baehaqi al-Abrori, menyatakan bahwa harga daging sapi menjelang lebaran semakin hari semakin mengkhawatirkan.

“Mengikuti dinamika harga sapi hidup dan daging frozen menjelang Idul Fitri 1442 H, semakin dekat dengan hari raya situasi semakin mengkhawatirkan. Harga sapi hidup eks import sudah tembus diharga 52000/kg s/d 55.000/kg. Sapi Jawa dengan berbagai ras dan sex juga sudah berbondong menuju Jakarta dan Bandung,” ujar Ahmad kepada Bandung News, Senin (3/5/2021).

Ahmad menambahkan, harga daging kerbau frozen India terus meningkat. “Harga daging frozen untuk ukuran yg seharusnya paling murah, daging kerbau frozen India di tingkat distributor sudah menembus angka Rp. 95 ribu s/d 100 ribu untuk kriteria knucle/daging paha,” ucapnya.

Baca Juga:  Iis Turniasi Apresiasi Kinerja Tenaga Medis Garda Terdepan Hadapi Pandemi Covid-19

Sekretari PPI Jabar, Dadan K Ramdan, memprediksi bahwa harga daging akan terus naik berkali lipat jika tidak segara ditangani. “Final harga daging akan berpotensi menembus harga diatas Rp. 150.000/kg, jika tidak segera ditangani dengan baik,” tuturnya.

Berikut isi pernyataan sikap Pimpinan Daerah PPI Jabar terkait dinamika harga sapi yang semakin mengkhawatirkan:

Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Kami dari Pimpinan Daerah (Pimda) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jawa Barat perlu menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Mendesak pemerintah untuk secepatnya mengadakan kontrol terhadap distribusi daging frozen yg seharusnya sebagai kontrol harga. Hal ini penting agar harganya tidak ikut bergerak bersamaan harga daging fresh yg sedang naik.

2. Meninjau ulang peran BUMN sebagai rantai pasar pengadaan, karena hanya menambah beban harga di tingkat konsumen. Sedang pemerintah penting untuk melindungi kepentingan konsumen untuk mendapatkan harga yg wajar dan terjangkau.

3. Mendesak pemerintah untuk menyelidiki dan mencegah kemungkinan distributor besar dan menengah, yang notabene mempunyai permodalan dan gudang yang kuat, bertindak monopoli dan kartel harga. Terutama daging dari India yg masih mempunyai ruang untuk sumber daging murah.

4. Mendesak pemerintah Melalui BULOG mengadakan intervensi pasar secara cepat dan masif agar rakyat kecil betul-betul mendapatkan daging yang dijanjikan pemerintah dengan harga terjangkau.

5. Sebagai bentuk komitmen dan rasa keadilan untuk membangun peternakan nasional, aturan kewajiban breeding sapi nasional harus tidak hanya diberlakukan untuk feedlot saja. Berikutnya dan secepatnya harus juga diberlakukan oleh importir daging frozen.

7. Memberikan apresiasi kepada feedlot yang sudah mendatangkan sapi dari negara tujuan walau harga sudah sangat mahal. Dengan adanya sapi tersebut akan bisa mengerem laju depopulasi sapi nasional yang sdh punya kecenderungan sapi betina produktif dipotong.

8. Menyampaikan terima kasih kepada para peternak sapi lokal yg meskipun didera tantangan dan kebijakan yg belum memihak, masih tetap tangguh mengupayakan lestarinya sapi-sapi lokal.

Berbagai langkah tersebut kami sampaikan agar menjadi perhatian semua stakeholder pemegang kebijakan. Belajar dari tahun sebelumnya kontraksi harga daging sapi yang berkelanjutan akan menimbulkan konstraksi nilai tukar rupiah kita dan berikutnya menekan tingkat kesejahteraan rakyat.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian semua pihak terkait, semata-mata demi kepentingan perbaikan dan kemaslahatan publik.

(dra)