Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Dunia ยท 17 Agu 2020 16:14 WIB

Puhuan Ribu Warga Belarus Protes Hasil Pilpres!


 Puluhan ribu warga Belarus menggelar unjuk rasa memprotes hasil pemilihan presiden/Net Perbesar

Puluhan ribu warga Belarus menggelar unjuk rasa memprotes hasil pemilihan presiden/Net

BANDUNGNEWS.ID- Puluhan ribu warga Belarus penentang Presiden Alexander Lukashenko menggelar unjuk rasa memprotes hasil pemilihan presiden. Aksi protes menjadi yang terbesar dalam sejarah kemerdekaan Belarus.

Melansir AFP, diperkirakan ada sekitar dari 100 ribu warga yang turun ke jalan. Situs berita independen Belarus, Tut.by menyebut aksi tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Belarus setelah berpisah dari Uni Soviet.

Aksi digelar di Lapangan Kemerdekaan, di pusat ibu kota Minsk. Selama beberapa hari ke belakang, Lapangan Kemerdekaan telah menjadi titik fokus aksi demonstrasi belakang dalam merespons hasil pemilu yang dianggap tidak sah.

Aksi unjuk rasa tersebut terjadi di tengah kemarahan masyarakat atas dugaan kecurangan pemilu yang dilakukan oleh Presiden Lukashenko dan kekerasan polisi dalam aksi-aksi protes sebelumnya.

Baca Juga:  Iis Turniasih Ajak Aplikasikan Pancasila dalam Hidup Berbangsa dan Bernegara

“Sekarang kami mengubah sejarah,” ujar salah seorang pengunjuk rasa, Yekaterina Gorbina.

“Kami yakin Belarus baru akan dimulai. Saya sangat senang melihat ini dengan mata kepala sendiri,” ujar pengunjuk rasa lainnya, Darya Kukhta (39).

Sebagai atribut, para demonstran memegang spanduk dengan slogan yang menyuarakan penentangan terhadap Lukashenko. “Lukashenko harus bertanggung jawab atas penyiksaan dan kematian [dalam aksi protes sebelumnya],” bunyi kalimat dalam spanduk tersebut.

Sebelumnya, calon presiden penantang Lukashenko, Svetlana Tikhanovskaya melarikan diri ke Lithuania setelah pemilu Belarus berakhir ricuh. Tikhanovskaya melarikan diri menyusul bentrokan di malam kedua dalam unjuk rasa menolak hasil pilpres pada Senin (10/8).

Baca Juga:  Pemkot Bandung Imbau Warga Tak Gelar Pawai Obor

Hasil pemilu Belarus menetapkan Lukashenko sebagai pemenang dengan raihan 80,1 persen dari total suara. Sementara Tikhanovskaya hanya meraih 9,9 persen suara. Kemenangan ini menjadi yang kemenangan keenam berturut-turut bagi Lukashenko, yang telah berkuasa sejak 1994 silam.

Akibatnya, pasca-pemilu, ribuan orang melakukan aksi massa dan menuduh Lukashenko mencurangi pemungutan suara. Beberapa orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Demonstrasi besar-besaran sedang melanda beberapa kota besar di Belarus tersebut. Warga Belarus beramai-ramai turun ke jalan selama sepekan terakhir, mengutuk kemenangan Lukashenko dan tindakan kekerasan yang dilakukan kepolisian terhadap pengunjuk rasa dalam aksi protes sebelumnya.

Baca Juga:  Murka Bunga Zainal Disebut Mirip Bintang Film Panas!

Aksi protes sebelumnya memicu tindakan keras aparat kepolisian terhadap pengunjuk rasa. Sebanyak 6.700 orang ditangkap, ratusan terluka, dan dua orang dilaporkan tewas dalam unjuk rasa sepekan ke belakang.

Lukashenko kini menghadapi tantangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya selama masa kepemimpinannya. Dia mengklaim mendapatkan dukungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjaga stabilitas keamanan Belarus. Rusia sendiri mengaku siap memberikan bantuan militer jika diperlukan. [red]

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Jabar Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

9 Desember 2022 - 09:38 WIB

DPRD Jabar Ungkap Kekurangan Penataan Kawasan Cihideng Tasikmalaya

7 Desember 2022 - 17:24 WIB

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

Trending di Jabar