Rentan Alami Stres, Mahasiswa Jangan Ragu Untuk Cari Pertolongan


BANDUNG NEWS – Pandemi Covid-19 yang hampir berjalan selama dua tahun ini memberikan dampak terhadap kondisi mental seseorang, mulai dari pekerja, ibu rumah tangga, dan juga pelajar, tidak terkecuali mahasiswa.

Menurut dokter spesialis ahli kejiwaan dari Ruang Empati, dr. Teddy Hidayat, isu kesehatan mental pada mahasiswa ini penting untuk diperhatikan.

“Mahasiswa adalah putra – putri terbaik, aset berharga, calon penerus pemimpin bangsa. Masalah kesehatan jiwa mahasiswa punya magnitude besar dan urgen, namun belum cukup mendapat perhatian,” kata Teddy, dalam webinar yang bertajuk “Menuju Kampus Sehat Jiwa”, yang dilaksanakan pada Sabtu (20/11/2021).

Dalam kesempatan yang sama  dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, dr. Elvine Gunawan mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan stres pada mahasiswa. Diantaranya ekspektasi, kondisi keluarga, hubungan dengan lawan jenis atau teman, hingga toxic relationship.

Ia juga mengimbau agar mahasiswa yang merasa mengalami stres untuk tidak ragu meminta pertolongan profesional, baik psikolog maupun psikiater.

“Stres sedang sih masih bisa ke psikologis klinis, tapi kalau berat dan sangat berat, ini bahaya, harus sudah mengakses layanan psikiater. Ini gangguan fungsinya sudah sangat dominan, dan butuh pertolongan lebih lanjut,” jelas dr. Elvine.

Elvine pun memaparkan hasil survey kesehatan mental dengan sampel 3.901 mahasiswa. Hasilnya, sebanyak 76 persen mahasiwa merasa stres sangat berat, berat, dan sedang.

Mahasiwa juga mengalami depresi sebesar 59 persen gabungan dari katogori depresi sangat berat, berat, dan sedang. Untuk gangguan kecemasan, 78 persen mahasiwa merasa cemas sangat berat, berat, dan sedang.

Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan mental sangat berpotensi  merugikan diri maupun orang lain. Sehingga penting untuk membangun kesadaran mengenai kesehatan jiwa di kampus demi menunjang kesehatan jiwa generasi muda, produktivitas dan masa depan mereka dan bangsa.

(AZL)