Menu

Mode Gelap
 

Jabar ยท 12 Agu 2022 10:30 WIB

Ridwan Kamil Luncurkan Program Tapal Desa


 Ridwan Kamil Luncurkan Program Tapal Desa Perbesar

BANDUNG NEWS -Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil meluncurkan program Tapal Desa di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis 11 Agustus 2022.

Tapal Desa kependekan dari Ketahanan Pangan Digital Desa merupakan inovasi dari Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Barat yang bertujuan menciptakan ketahanan pangan di tingkat desa dengan membangun “leuit: atau lumbung padi.

Masing – masing desa akan punya satu leuit” yang akan menyimpan pangan hasil panen sebagai persediaan. Ketika krisis pangan datang, seperti yang saat ini banyak dikhawatirkan banyak orang akibat situasi global, “leuit” dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga desa.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Lantik Lima Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2020

Untuk membangun “leuit” ini Pemdaprov Jabar memanfaatkan dana CSR dari perusahaan, BUMN, dan BUMD, di mana setiap leuit diperkirakan akan memakan biaya Rp100 juta.

Tahap pertama Pemda Provinsi Jabar akan membangun “leuit” di sembilan desa Kabupaten Bogor. Desa Ciampea Udik akan menjadi pusatnya karena dinilai paling siap.

Leuit yang mengambil filosofi tradisional akan dipadukan dengan teknologi digital kekinian. Setiap pemasukan dan pengeluaran pangan akan dicatat melalui aplikasi digital agar terdata dengan baik.

Baca Juga:  Revitalisasi Situ Ciburuy, Ridwan Kamil: Sekarang Sudah Terlihat Bersih

“Pemasukan pangan nanti dicatat, keluar dicatat, mungkin subsidi silang nanti kalau ada krisis juga akan dicatat di aplikasi,” ujar Gubernur, di Desa Ciampea Udik.

Menurut Gubernur, Kabupaten Bogor menjadi pilot project karena dianggap paling siap dan progresif. Tercatat ada sembilan desa yang menyatakan tanahnya sudah siap dibangun leuit. Berdasarkan musyawarah warga masing-masing desa, Ciampea Udik akan menjadi pusat besarnya.

Gubernur berpendapat, manusia sekarang harus belajar kearifan lokal dari kampung kasepuhan seperti Kampung Adat Ciptagelar, di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Apresiasi Digital West Java di Sumedang

Pangan yang merupakan rezeki dari Yang Maha Kuasa ketika panen tidak dihabiskan waktu itu juga tapi sebagian ditabung di dalam leuit. Sehingga ketika musim paceklik datang akibat gagal panen karena cuaca atau serangan hama, tidak ada orang kelaparan.

“(Pangan) Dari rezeki Allah ini kita sisihkan untuk diri kita sendiri,” kata Gubernur.

Nantinya Tapal Desa akan menyasar sekitar 5.300 desa di seluruh Jabar. Sehingga ini akan menjadi gerakan menghidupkan kembali budaya leluhur yang terinspirasi dari nilai-nilai kesundaan untuk bertahan di era modern seperti sekarang.***

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Ade Kaca Sebut PKK Ujung Tombak Keutuhan NKRI

24 September 2022 - 16:00 WIB

DPRD Jabar Minta Rencana Peralihan Kompor Gas ke Listrik Jangan Sebatas Pencitraan

23 September 2022 - 16:42 WIB

Ketua DPRD Jabar Minta Penyaluran BLT BBM Terus Diawasi

23 September 2022 - 15:50 WIB

DPRD Jabar Berharap Pengembangan Desa Wisata Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

23 September 2022 - 15:26 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, DPRD Jabar Berharap Pelajar Kenal dengan Calon Pemimpin 2024

23 September 2022 - 15:02 WIB

Garap Perda Wisata, DPRD Jabar Gelar Studi Komparasi dengan Pengelola Ancol

23 September 2022 - 14:33 WIB

Trending di Jabar