Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kota Bandung · 11 Sep 2020 22:36 WIB

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Bandung Masih Tersedia


 Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Bandung Masih Tersedia Perbesar

BANDUNGNEWS.ID- Pemkot Bandung memastikan ruang isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung, Jawa Barat, masih tersedia dengan aman.

Hal tersebut dikatakan oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial usai rapat terbatas (ratas) evaluasi perkembangan COVID-19 Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020). “Perlu kami sampaikan, ruang isolasi kita masih tersedia dengan cukup,” kata Oded.

Oded mengungkapkan dari 27 rumah sakit dengan kapasitas 460 kamar tidur untuk pasien COVID-19, 70 persennya masih kosong. “Dari 460 tempat tidur di 27 RS rujukan COVID-19 di Kota Bandung yang terisi 138 tempat tidur atau 30 persennya. Jadi masih tersedia 322 tempat tidur,” tuturnya.

Baca Juga:  Satu Tahun Hadir di Bandung, Pengguna XL Home Terus Alami Peningkatan hingga 200 Persen

Tak hanya itu, Oded menegaskan, ruang isolasi di dua rumah sakit (termasuk 27 rumah sakit di Kota Bandung) milik Kota Bandung juga aman tersedia. “Khusus fasilitas milik Pemkot Bandung, yaitu RSKIA dan RSUD Kota Bandung kapasitas masih tersedia. RSKIA khusus bagi suspect positif yang tidak bergejala, sedangkan suspect positif yang bergejala kami tempatkan di RSUD Kota Bandung,” ujarnya.

Baca Juga:  Kurangi Mobilitas, Polres Kota Bandung Terapkan Skema Buka Tutup Jalan

Oded mengingatkan kepada warga, bahwa COVID-19 di Kota Bandung masih ada. “Masih ada dan kini semakin dekat dengan kita. AKB bukan berarti virus sudah mati, justru kita harus memperketat penjagaan diri kita dan keluarga,” kata Oded.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menjelaskan RSKIA khusus pasien OTG dan RSUD Bandung untuk pasien bergejala. “Terkonfirmasi (positif Corona) langsung isolasi. Kalau terkonfirmasi OTG, dia bisa lakukan isolasi mandiri di rumahnya. Tapi kalau di rumahnya tidak memungkinkan maka akan dimasukkan ke RSKIA. RSKIA untuk yang OTG,” ujarnya.

Baca Juga:  Oded Kukuhkan 100 Paskibraka Kota Bandung Jelang HUT RI ke-76

“Tapi kalau terkonfirmasi bergejala, ada kormobit (penyakit penyerta lain), dimasukkan ke RSUD Bandung atau rumah sakit rujukan COVID-19,” ucap Ema menegaskan. [Red]

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Jabar Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

9 Desember 2022 - 09:38 WIB

DPRD Jabar Ungkap Kekurangan Penataan Kawasan Cihideng Tasikmalaya

7 Desember 2022 - 17:24 WIB

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

Trending di Jabar