Menu

Mode Gelap
 

Kota Bandung ยท 29 Jul 2020 17:21 WIB

Satgas Hewan Kurban Temui Banyak Hewan Belum Layak


 Satgas Hewan Kurban Temui Banyak Hewan Belum Layak Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Dua pekan sejak pertama bekerja, tim Satgas Pemeriksa Hewan Kurban sudah memeriksa 12.826 ekor hewan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 12,6 persen di antaranya tidak layak dan sehat untuk kurban.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan temuan tim Satgas Hewan di lapangan mendapati 10,7 persen hewan kurban yang dijual masih belum memenuhi kriteria usia.

Hewan kurban yang dijual masih dibawah umur, dipastikan dibanderol dengan harga murah. “Kita sudah memeriksa 24 kecamatan, kebanyakan itu karena usianya belum cukup, gigi belum tanggal itu yang mendominasi sekitar 10%. Sisanya itu karena penyakit ringan seperti sakit kulit, mata, atau gangguan pencernaan,” kata Gin Gin di Balai Benih Ikan Cibiru.

Baca Juga:  BOR 2,34 Persen di Kota Bandung, Coblong Kembali Catat Kasus Tertinggi

Gin Gin menyebutkan, hingga 27 Juli Satgas Tim Pemeriksa Hewan Kurban sudah memeriksa 3.828 ekor sapi. Sebanyak 3.653 ekor dinyatakan sehat dan layak untuk kurban. Sementara 175 ekor dinyatakan tidak layak dan tidak sehat. Sisanya, 144 ekor lainnya masih belum cukup umur.

Satgas jugas telah memeriksa 8.978 ekor domba, yang mana sebanyak 7.721 ekor dinyatakan layak dan sehat untuk kurban Sedangkan 1.077 ekor domba didapati belum cukup umur dan 180 lainnya sakit, cacat, dan berkelamin betina.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Percepat Vaksinasi Booster Dosis III

Selain itu, dari 20 ekor domba yang diperiksa, Satgas menemukan 4 ekor yang tidak sehat dan layak kurban. “Hewan kurban yang sehat dan layak diberikan kalung. Untuk yang tidak sehat diberi tanda spray hijau kemudian dipisahkan dan kita berikan obat. Kalau sudah sembuh boleh dijual kembali. Kalau tidak, ya jangan dijual lagi,” terangnya.

Selain label kalung penanda sehat dan layak, Gin Gin mewajibkan penjual hewan kurban mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk menjamin kualitas hewan yang dijual. Utamanya, bagi hewan yang berasal dari luar Kota Bandung.

Baca Juga:  Ancaman Resesi Nyata, Perbanyak Nabung dan Jangan Boros!

Kata Gin Gin, ada 96 persen pangan yang masuk ke Kota Bandung, dan itu termasuk hewan kurban. Maka dari itu, ia mengimbau kepada calon pembeli hewan kurban untuk lebih teliti saat membeli hewan kurban. Salah satu syaratnya adalah kepemilikan SKKH bagi penjual.

Di luar itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi penjualan hewan kurban di wilayahnya. Hal itu sebagai langkah untuk memastikan kualitas hewan kurban yang sehat dan layak.

“Kalau menemukan hewan belum terperiksa, laporkan kepada kita. Nanti tim satgas akan terus bekerja sampai H+3,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Maleer Kota Bandung Gelar Lomba Agustusan Hingga 10 September 2022

18 Agustus 2022 - 15:38 WIB

Wujudkan Bandung Agamis, Kecamatan Sukajadi Luncurkan Program ‘Sukajadi Mengaji’

18 Agustus 2022 - 15:29 WIB

Kembangkan Digital Banking, Disbudpar Kota Bandung Kolaborasi dengan KPJ

17 Agustus 2022 - 17:56 WIB

Dibagi 3 Pasukan, Berikut Daftar 99 Anggota Paskibra Kota Bandung

16 Agustus 2022 - 08:22 WIB

Sambut HUT RI ke-77, Sekda Kota Bandung Kukuhkan 99 Anggota Paskibra

16 Agustus 2022 - 08:12 WIB

Pemkot Bandung Gelar Pameran Produk UMKM di Kuta Bali

15 Agustus 2022 - 08:14 WIB

Trending di Kota Bandung