Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kota Bandung · 29 Jul 2020 17:21 WIB

Satgas Hewan Kurban Temui Banyak Hewan Belum Layak


 Satgas Hewan Kurban Temui Banyak Hewan Belum Layak Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Dua pekan sejak pertama bekerja, tim Satgas Pemeriksa Hewan Kurban sudah memeriksa 12.826 ekor hewan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 12,6 persen di antaranya tidak layak dan sehat untuk kurban.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan temuan tim Satgas Hewan di lapangan mendapati 10,7 persen hewan kurban yang dijual masih belum memenuhi kriteria usia.

Hewan kurban yang dijual masih dibawah umur, dipastikan dibanderol dengan harga murah. “Kita sudah memeriksa 24 kecamatan, kebanyakan itu karena usianya belum cukup, gigi belum tanggal itu yang mendominasi sekitar 10%. Sisanya itu karena penyakit ringan seperti sakit kulit, mata, atau gangguan pencernaan,” kata Gin Gin di Balai Benih Ikan Cibiru.

Baca Juga:  Cegah Penularan Corona di Tempat Kerja, Pelacakan dan Tes Masif Intens Dilakukan

Gin Gin menyebutkan, hingga 27 Juli Satgas Tim Pemeriksa Hewan Kurban sudah memeriksa 3.828 ekor sapi. Sebanyak 3.653 ekor dinyatakan sehat dan layak untuk kurban. Sementara 175 ekor dinyatakan tidak layak dan tidak sehat. Sisanya, 144 ekor lainnya masih belum cukup umur.

Satgas jugas telah memeriksa 8.978 ekor domba, yang mana sebanyak 7.721 ekor dinyatakan layak dan sehat untuk kurban Sedangkan 1.077 ekor domba didapati belum cukup umur dan 180 lainnya sakit, cacat, dan berkelamin betina.

Baca Juga:  Rehat Sejenak dari Gadget, Ajak Si Buah Hati ke Orchid Forest Cikole Yuk, Gratis Tiket Loh!

Selain itu, dari 20 ekor domba yang diperiksa, Satgas menemukan 4 ekor yang tidak sehat dan layak kurban. “Hewan kurban yang sehat dan layak diberikan kalung. Untuk yang tidak sehat diberi tanda spray hijau kemudian dipisahkan dan kita berikan obat. Kalau sudah sembuh boleh dijual kembali. Kalau tidak, ya jangan dijual lagi,” terangnya.

Selain label kalung penanda sehat dan layak, Gin Gin mewajibkan penjual hewan kurban mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk menjamin kualitas hewan yang dijual. Utamanya, bagi hewan yang berasal dari luar Kota Bandung.

Baca Juga:  Gelar Konser Virtual, Nia Ramadhani¬†Terinspirasi dari Jennifer Lopez

Kata Gin Gin, ada 96 persen pangan yang masuk ke Kota Bandung, dan itu termasuk hewan kurban. Maka dari itu, ia mengimbau kepada calon pembeli hewan kurban untuk lebih teliti saat membeli hewan kurban. Salah satu syaratnya adalah kepemilikan SKKH bagi penjual.

Di luar itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi penjualan hewan kurban di wilayahnya. Hal itu sebagai langkah untuk memastikan kualitas hewan kurban yang sehat dan layak.

“Kalau menemukan hewan belum terperiksa, laporkan kepada kita. Nanti tim satgas akan terus bekerja sampai H+3,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tinjau Lokasi Kebakaran, Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan ASN Pemda Kota Bandung Tetap Layani Publik

8 November 2022 - 15:43 WIB

Bakti Sosial, Puluhan Tukang Becak Terima Paket Sembako dari Relawan Baik

8 November 2022 - 08:48 WIB

Netizen Sesalkan Kawasan Gedebage Bandung yang Rutin Dilanda Banjir

7 Oktober 2022 - 20:25 WIB

Pemkot Bandung Pastikan Perbaiki Fasilitas Umum

9 September 2022 - 18:07 WIB

Yana Ajak Warga Kota Bandung Hadapi Dampak Kenaikan Harga BBM

7 September 2022 - 13:37 WIB

Dinsos Kota Bandung Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran

6 September 2022 - 13:37 WIB

Trending di Kota Bandung