Sejarah Karedok, Makanan Khas Sunda yang Populer di Bandung


Karedok
Karedok, Makanan khas sunda bandung. (foto: instagram/gina_angelia)

BANDUNG NEWS – Asal usul nama ‘Karedok’ berawal dari sebuah perkampungan yang bernama Desa Karedok. Desa itu terletak di seberang Sungai Cimanuk yang berada di wilayah Sumedang Larang atau Negara Mayeuti.

Karedok sendiri adalah makanan khas Jawa Barat yang dikonsumsi dalam keadaan segar. Artinya makanan itu tersaji tanpa melalui pemasakan. Itu yang membuatnya memiliki kandungan gizi dan seratnya sangat padat.

Desa Karedok berada di Kecamatan Jati Gede, Kabupaten Sumedang. Desa itu memiliki luas wilayah Desa 926 ha. Terdiri atas berbagai jenis lahan, yang peruntukannya meliputi permukiman umum 11 ha, bangunan sekolah 0,10 ha.

Di desa itu juga terdapat sejumlah tempat yang mengisi luas wilayah. Di antaranya peribadatan (masjid) 0,020 ha, sawah pengairan setengah teknis 145 ha, sawah tadah hujan 70 ha, ladang atau tanah darat 39,35 ha dan hutan asli 305,5 ha.

Dan sarana olah raga meliputi lapangan bola volley/basket 0,20 ha, taman rekreasi 1,42 ha; serta perikanan air tawar atau kolam 0,50 ha.

Resep Bahan Karedok

100 gram kacang panjang muda, potong 1/2 cm
2 lembar daun kol, buang tulang daunnya, iris halus
100 gram taoge, terong bulat, belah 4-8, bengkuang, potong 1/2 cm dan ketimun, belah, potong 1/2 cm
25 gram daun kemangi
50 gram emping goreng

Resep Sambal Kacang Halus Karedok

200 gram kacang tanah goreng
5 buah cabai rawit/sesuai selera
2 buah cabai merah
2 sendok teh kencur cincang
1/2 sendok teh terasi
1-2 sendok makan cuka
1 sendok teh garam
1 sendok makan gula merah
150 ml air matang

Cara Membuatnya

Campur semua bahan sayur mentah dengan sambal kacang, aduk rata.
Hidangkan dengan taburan emping goreng.

(dra)