Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kota Bandung · 21 Sep 2020 08:20 WIB

Sejarah Singkat Masjid Agung Kota Bandung


 Sejarah Singkat Masjid Agung Kota Bandung Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Lahirnya Kota Bandung tak lepas dengan berkembangnya agama Islam. Hal itu terbukti dengan dibangunnya Masjid Alun-alun Bandung bersamaan dengan kepindahan pusat Kota Bandung dari Krapyak (di Bandung Selatan) ke pusat kota saat ini.

Ada dua versi yang membahas tahun berdirinya masjid tersebut, yakni pada 1810 atau 1812. Masjid ini pun menjadi salah satu masjid tertua di Kota Bandung.

Versi 1812 menyebutkan bahwa masjid ini dibangun bersamaan dengan pemindahan pusat Kota Bandung dari Krapyak (di Bandung Selatan) ke pusat kota saat ini di kawasan Alun-alun-Asia Afrika-Braga.

Baca Juga:  Laga Pertama Persib di Liga 1 Dinilai Bakal Sengit

Sejumlah sumber menyebutkan, di masa awal pembangunannya, Masjid Agung memiliki corak arsitektur khas Sunda. Bangunanya pun terbilang sederhana, terbuat dari anyaman bambu beratap rumbia.

Atap rumbia tersebut tersusun dari tiga buah atap yang meruncing di bagian puncaknya. Puncak atap yang runcing tersebut sekaligus juga menjadikan Masjid Agung memiliki julukan “Bale Nyuncung” di kalangan warga. Bale dalam bahasa Sunda berarti tempat pertemuan dan nyuncung berarti lancip.

Meski dibangun dengan desain dan bahan-bahan bangunan yang sederhana, kesan hegar, luas, dan asri tetap terasa dalam keseluruhan bangunan masjid.

Baca Juga:  Sawah Abadi di Cisurupan Bandung Bakal Dimanfaatkan Jadi Eduwisata

Sebelum seperti saat kini, masjid dilengkapi dengan sebuah kolam besar yang difungsikan sebagai tempat berwudu. Kolam tersebut juga konon pernah digunakan sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran.

Sejak awal didirikannya, masjid yang terletak berhadap-hadapan dengan Bale Bandoeng atau Pendopo Kota Bandung. Beberapa pihak menyebut masjid telah mengalami 8 kali perombakan.

Tiga perombakan terjadi di abad ke-19, sementara lima perombakan dilaksanakan di abad ke-20. Dinding bilik bambu pun diganti menjadi kayu pada 1826.

Pada tahun 2000an, renovasi besar-besaran dilakukan oleH Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana. Atap masjid yang berbentuk joglo bertingkat tersebut diubah menjadi kubah besar seperti saat ini. Atap limas tersebut diganti menjadi kubah besar berbentuk setengah bola dengan diameter sepanjang 30 meter.

Baca Juga:  Bayi Penderita Hidrosefalus di Bandung Butuhkan Bantuan Biaya Pengobatan

Tak hanya itu, kini masjid tersebut memiliki dua menara yang dapat dinaiki. Dan sejak renovasi diresmikan pada 4 Juni 2003 oleh H.R. Nuriana, nama Masjid Agung pun kemudian diubah menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan Masjid Agung Kota Bandung kini disandang oleh Masjid Al Ukhuwah di Jalan Wastukancana.

Sumber: https://humas.bandung.go.id

(bnd)

 

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tinjau Lokasi Kebakaran, Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan ASN Pemda Kota Bandung Tetap Layani Publik

8 November 2022 - 15:43 WIB

Bakti Sosial, Puluhan Tukang Becak Terima Paket Sembako dari Relawan Baik

8 November 2022 - 08:48 WIB

Komunitas Kretek Gelar Bedah Buku Nicotine War Karya Wanda Hamilton di Unpad

3 November 2022 - 14:21 WIB

Netizen Sesalkan Kawasan Gedebage Bandung yang Rutin Dilanda Banjir

7 Oktober 2022 - 20:25 WIB

Rektor UICI Resmi Buka Digital Kampus Orientasi Mahasiswa Batch Tiga

21 September 2022 - 12:44 WIB

Pemkot Bandung Pastikan Perbaiki Fasilitas Umum

9 September 2022 - 18:07 WIB

Trending di Kota Bandung