Sejumlah Objek Wisata di Bandung Kembali Ditutup


wisata
Wisata Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: instagram @dedttaa)

BANDUNG NEWS- Bupati Bandung Dadang Supriatna menutup seluruh objek wisata di Kabupaten Bandung. Penutupan tersebut berlaku mulai 15-21 Juni 2021.

Dia mengatakan, penutupan objek wisata bertujuan untuk mencegah penyebaran dan menghindari terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung.

“Saya mohon wisatawan untuk tidak datang atau menunda kunjungannya ke obyek wisata di Kabupaten Bandung,” kata Dadang, dikutip dari jabarnews, Rabu (16/6/2021).

Dia mengungkapkan, seminggu terakhir ini kasus Covid 19 di Kabupaten Bandung meningkat. Oleh karena itu, pihaknya memanggil camat dan kepala desa untuk menyampaikan kondisi terkini, seperti adanya deretan ambulance yang masuk ke RSUD Al Ihsan, kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Bandung sudah penuh.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Tegaskan Pelayanan Pasien Covid-19 Tak Bedakan Domisili

“Ternyata benar dugaan saya, hari Senin kemarin kita masuk zona merah,” ungkapnya.

Ada beberapa upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, di antaranya mengecek ketersediaan tenaga kesehatan (nakes).

“Apakah nakesnya kurang, kalau kurang ya kita akan konsultasi dengan Gubernur, bagaimana untuk mengantisipasinya. Kalau ada relawan yang akan bergabung menjadi nakes, ya alhamdulillah. Terus terang nakes itu garda terdepan dalam hal penanganan Covid 19,” paparnya.

Baca Juga:  Selain 6 Daerah Ini, Daerah Lain di Jabar Berstatus Zona Merah

Selain itu, Pemkab Bandung akan menyiapkan mobil siaga untuk masyarakat atau daerah yang membutuhkan mobilisasi. “Daripada untuk pengadaan mobil dinas baru, akan lebih baik alokasikan untuk mobil siaga,” jelasnya.

Dadang menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, akan berlaku di tingkat RT dan RW. Jadi, pihaknya akan memastikan terkait ketersediaan makanan, itu sudah mereka siapkan dan koordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Gotong Royong Terbukti Ampuh Tangani Covid-19 di Kota Bandung

“Kita langsung ke titik lokus, kecamatan mana yang betul-betul merah, titik lokusnya di RT RW, PPKM di tingkat RT dan RW. Nanti akan saya buatkan surat keputusan untuk melakukan PPKM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana menambahkan, jika masyarakat tidak tertib dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) maka dampaknya akan memaparkan virus tersebut ke orang lain.

(dra)