Menu

Mode Gelap
 

Kota Bandung ยท 13 Jul 2022 08:00 WIB

Sejumlah SD di Kota Bandung Minim Pendaftar Baru


 Siswa Sekolah Dasar (SD). (foto: Humas Kota Bandung) Perbesar

Siswa Sekolah Dasar (SD). (foto: Humas Kota Bandung)

BANDUNG NEWS – Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan (Disdsik) Kota Bandung, Ed Suparjoto, mengatakan sejumlah Sekolah Dasar (SD) minin pendaftar baru.

Menurutnya, hal tersebut terjadi dikarena beragam faktor. Salah satunya minimnya jumlah penduduk di usia SD, sampai pila pikir masyarakat terkait sekolah tertentu.

“Seperti di Banjarsari, Merdeka, Putraco, sekolahnya berada di kawasan bukan padat penduduk. Misalnya, Banjarsari itu masuk zona B. Sedangkan usia SD di zona B itu termasuk sedikit,” ujar Edi, dikutip dari Humas Kota Bandung pada Rabu, 13 Juli 2022.

Baca Juga:  Gandeng Tokoh Agama, Pemkot Bandung Komitmen Cegah Penularan HIV/AIDS

Ia menambahkan, sedangkan minimnya pendaftar di Putraco disebabkan oleh pola pikir masyarakat.

Menurut Edi, masyarakat di sekitar sana telah menstigma SDN 206 Putraco Indah merupakan sekolah berkebutuhan khsusus.

“Padahal kita telah berusaha mengurangi kuota sekolah Pelita dan Karangpawulang agar masyarakat bisa mendaftar ke Putraco. Namun, stigma ini masih melekat pada masyarakat,” akunya.

Ia mengatakan, rata-rata kuota peserta didik baru tiap sekolah antara lain 4-5 rombongan belajar (rombel). Satu rombel berisi 28 siswa.

Baca Juga:  Sekda Jabar Berikan Hadiah Pada Pelanggan bank bjb Batam

“Ada sekolah yang hanya punya 2 dan 3 rombel. Malah ada yang 1 rombel. Tapi, rata-rata di Kota Bandung itu 4-5 rombel,” katanya.

Untuk menangani kejadian ini, Disdik Kota Bandung akan mengambil langkah dengan membuka kembali pendaftaran online bagi masyarakat.

“Ini memang sudah ada regulasinya di peraturan wali kota (perwal). Ketika sekolah belum terisi, biasanya secara sistem para peserta akan ditarik ke sekolah yang masih kosong berdasarkan jarak terdekat dari rumah ke sekolah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mempublikasikan daftar sekolah yang masih belum terpenuhi kuotanya. Namun, kata Edy, langkah ini juga perlu dibicarakan dengan kepala sekolah dan dewan guru dari masing-masing sekolah.

Baca Juga:  Distaru Mulai Proses Perekrutan Pemikul Jenazah Covid-19

“Karena di tahap I dan II masih ada beberapa sekolah yang belum memenuhi kuota, sehingga kami coba untuk pemetaan pada sistem. Jika anak itu sudah diterima di swasta, tidak akan kami tarik,” ucapnya.

Sedangkan untuk tanggal pembukaan ulang, Edy akan mengoordinasikan terlebih dahulu dengan tim di aplikasi sistem.***

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkot Bandung Pastikan Perbaiki Fasilitas Umum

9 September 2022 - 18:07 WIB

Yana Ajak Warga Kota Bandung Hadapi Dampak Kenaikan Harga BBM

7 September 2022 - 13:37 WIB

Dinsos Kota Bandung Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran

6 September 2022 - 13:37 WIB

Edukasi Seni Sejak Dini, 50 Anak Pamerkan Karya Seni Lukis

5 September 2022 - 12:03 WIB

Yana Resmi Buka Kompetisi U-13 Piala Persib

4 September 2022 - 17:53 WIB

Yana Minta Seluruh OPD Bantu Pulihkan Ekonomi dan Tuntaskan Pandemi

1 September 2022 - 11:59 WIB

Trending di Kota Bandung