Menu

Mode Gelap
 

News · 21 Jul 2020 12:30 WIB

Setelah Terjadi Lonjakan, Kasus COVID-19 di Jabar Kembali Terkendali


 Setelah Terjadi Lonjakan, Kasus COVID-19 di Jabar Kembali Terkendali Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan penambahan kasus positif COVID-19 Jabar kembali terkendali setelah terjadi lonjakan dari klaster institusi pendidikan kenegaraan.

“Kasus di Jabar sudah kembali ke pola yang kami pahami. Pada Minggu (29/7/2020), terlaporkan penambahan kasus positif COVID-19 bertambah 27. Itu rekor terendah selama enam pekan terakhir setelah dilakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil melalui rilisnya, Selasa (21/7/2020).

Kang Emil melaporkan, semua pasien positif COVID-19 pada klaster institusi pendidikan kenegaraan di Kota Cimahi sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan, 468 dari 1.308 pasien positif pada klaster institusi pendidikan kenegaraan Kota Bandung sudah dinyatakan sembuh.

Baca Juga:  Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Bantu Warga Kuliah Sambil Kerja

“Ada 400-an itu sudah sembuh (pada klaster institusi pendidikan kenegaraan di Kota Bandung). Ini menunjukkan, prediksi kami bahwa OTG-OTG (Orang Tanpa Gejala) di institusi kenegaraan cenderung semuanya membaik dan sehat,” ucapnya.

Dalam rapat mingguan, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, angka reproduksi kasus COVID-19 terhadap waktu (Rt) COVID-19 per 16 Juli 2020 berada di angka 0,75.

Selain itu, Setiawan melaporkan, Jabar berada di peringkat 25 secara nasional untuk indeks kasus terkonfirmasi positif dihitung dari populasi. “Setiap 1 juta populasi penduduk Jawa Barat terdapat kurang lebih 111 kasus positif COVID-19,” kata Setiawan.

Baca Juga:  Pembangunan Tahap 1 Rumah Deret Tamansari Ditargetkan Tuntas Tahun Ini

Setiawan menyatakan, tingkat keterisian ruang perawatan COVID-19 di rumah sakit rujukan terus berkurang. “Dari 11 Juli 2020 asalnya 29,38 persen dan 18 Juli 2020 menjadi 27,35 persen. Sedangkan di IGD dan ICU juga relatif rendah yaitu IGD hanya 4,3 persen dari ketersediaan 437 dan ICU terisi hanya 15,7 persen dari ketersediaan 241,” katanya.

“Dan WHO mengatakan bahwa ketersediaan ruang isolasi ini harus di bawah 60 persen. Jadi, kami di Jawa Barat melihat masih di bawah jauh dari standar WHO tersebut,” katanya menambahkan.

Baca Juga:  Siti Fauziah Pemeran Bu Tejo Banjir Tawaran Main Film

Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Senin (20/7/2020) pukul 15.00 WIB, 2.178 pasien COVID-19 sudah dinyatakan sembuh. Sementara jumlah pasien positif COVID-19 yakni 5.488 orang, 3.120 pasien positif aktif, dan 190 meninggal dunia.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 11.528, selesai pengawasan 10.655 orang, dan pasien masih dalam pengawasan sebanyak 873 orang. Untuk ODP sebanyak 56.456 orang, selesai pemantauan sebanyak 54.903 orang, dan orang masih dalam pemantauan sebanyak 1.553 orang.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kolaborasikan TMMD dan Gempungan Demi Wujudkan Purwakarta Istimewa

12 Mei 2022 - 18:19 WIB

Kepala KCD XII Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed: Tingkatkan Kompetensi Murid Sekolah

4 April 2022 - 23:09 WIB

Cegah Meningkatnya Penyalahgunaan Narkoba, BNN Rangkul Pelajar Melalui Festival Paduan Suara

28 Maret 2022 - 23:09 WIB

Jelang Ramadan XL Axiata Perkuat Jaringan untuk Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat

28 Maret 2022 - 20:09 WIB

Elektabilitas PDIP Tertinggi, Ono Surono: Terimakasih Atas Kepercayaan Rakyat

28 Maret 2022 - 20:05 WIB

Ikut ‘Gerbong’ Ekonomi Syariah, Aktivis Se-Bandung Raya Siap Gabung Badan Usaha Milik Pemuda

27 Maret 2022 - 10:56 WIB

Trending di Jabar