Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Ekbis · 24 Jul 2020 13:12 WIB

Solusi Pelaku UMKM Hadapi Pandemi Covid-19


 ilustrasi/net Perbesar

ilustrasi/net

BANDUNGNEWS.ID – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu merumuskan sejumlah solusi jitu untuk mempertahankan usaha di masa krisis akibat pandemi Covid-19 ini

Founder Legalku, M. Philosophi berpendapat, setiap UMKM sangat membutuhkan rencana manajemen risiko dari skala kecil sampai skala besar dalam membangun bisnis.

Sebut saja, beberapa contoh risiko kecil yang mungkin terjadi adalah kesulitan memperoleh izin pengedaran produk, sementara contoh risiko skala besar seperti yang terjadi saat ini, pandemi Covid-19 yang mengubah kebiasaan pasar (behaviour market). Hal ini penting dirumuskan agar pelaku usaha bisa mengukur kemampuan adaptasi ketika melalui proses-proses tak terduga tersebut.

Baca Juga:  5 Tips Sukses Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal

“Kecenderungan pasar sekarang tetap trending dan ini khususnya buat UMKM daya beli tidak turun tetapi market menjaga memilih prioritas daya beli,” ujar Philosophi dikutip dari Bisnis.com, Jumat (24/7/2020).

Dia menegaskan, ada kecenderungan pelaku usaha UMKM pada masa krisis melakukan perubahan target pasar sampai produk secara reaktif saja tanpa disertai riset market dan produk yang mumpuni. Padahal, ada banyak cara diluar mengubah pasar juga produk untuk bertahan hidup, salah satunya dengan mengganti jalur pemasaran.

Baca Juga:  Gubernur Emil Dukung Launching 1.000 QRIS Rumah Ibadah di Jabar

“Misalnya, channeling offline. Sekarang mulai saja online, melalui e-commerce atau jalur konsinasi. Misalnya yang sekarang offline kuat itu apotik, cob kreatif aja kerjasama memasang display produk di apotik,” kata Philo.

Untuk memungkinkan sejumlah strategi itu, Philo menegaskan pentingnya kerjasama yaitu kolaborasi lintas sektor. Melalui kolaborasi dengan pihak lain akan memampukan UMKM untuk mengembangkan jalur penjualan serta memperluas pasar.

“Bagusnya kolaborasi ini juga jangan yang homogen, tetapi heterogen. Misal jangan jualan makanan yang sama, dimsum sama dimsum. Tapi heterogen pelengkap misal yang jualan makanan kerjasama dengan yang jualan minuman,” sambung Philo.

Baca Juga:  Rotisserie Chicken Menggoyang Lidah

Selain kolaborasi Philo juga menegaskan pentingnya mentorship atau kehadiran mentor bagi pelaku usaha UMKM selama proses usaha. Apalagi pada masa pandemi Covid-19, proses mentoring ini sangat membantu proses ekspansi bahkan juga memberikan spiritual and social guidance bagi pelaku usaha dalam melakukan eksekusi.

Dia menambahkan, Legalku menjadi salah satu platform yang bisa berperan dalam pengembangan UMKM sebagai konsultan legal. Oleh sebab itu, Legalku juga ikut berperan memberikan rekomendasi atau nasehat bagi pelaku usaha bebas biaya. (red)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Antisipasi Dampak Resesi, PemProv Jawa Barat Siapkan Subsidi BLT Pekerja

18 November 2022 - 08:13 WIB

PT Agronesia Gandeng BRIN dan Politeknik ATK Yogyakarta Guna Kembangkan Usaha

10 November 2022 - 07:44 WIB

Rayakan Ulang Tahun ke-26 XL Axiata Lakukan Beragam Program Sosial

10 Oktober 2022 - 11:09 WIB

XL Axiata dan Huawei Raih Penghargaan pada TM Forum 2022 Catalyst Awards

5 Oktober 2022 - 08:43 WIB

G20 EMPOWER – Microsoft Indonesia Kolaborasi Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital 

9 Juli 2022 - 12:53 WIB

Axiata dan XL Axiata Sukses Selesaikan Akuisisi 66,03% Saham Link Net

23 Juni 2022 - 21:44 WIB

Trending di Ekbis