Stok pangan Kota Bandung aman hingga akhir tahun


Kepala Dispangtan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar/humas bandung

BANDUNG – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung memastikan stok pangan aman hingga akhir tahun 2020 sehingga harga kebutuhan pokok diprediksi relatif normal.

“Saat ini dan beberapa waktu ke depan untuk ketersediaan pangan atau ketahanan pangan masih dalam taraf yang relatif aman dan cukup. Bahkan hingga akhir tahun, terutama ketersediaan beras,” kata Kepala Dispangtan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar di Bandung, Selasa.

Menurut dia, saat ini masih ada stok beras 70 ton dari sisa stok 2019. Lalu stok pangan lainnya di Kota Bandung pun cukup tersedia untuk beberapa bulan ke depan.

Baca Juga:  BKKBN Gelar Sosialisasi Pembangunan Keluarga di Bekasi Utara

Kemudian ia mengatakan bakal melakukan pengawasan stok bahan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Karena, saat ini ada beberapa komoditas yang mulai merangkak naik akibat berbagai faktor. Di antaranya komoditas telur ayam, daging ayam dan cabai.

“Harga ayam naik karena pakan ayam mengalami kenaikan. Sedangkan kenaikan harga cabai disebabkan faktor cuaca serta ongkos pengiriman,” katanya.

Dia mengatakan komoditas pangan seperti beras, daging (sapi dan ayam), telur, ikan dan olahannya, sayur mayur, dan buah buahan dipasok dari luar Kota Bandung.

Baca Juga:  Tina Wiryawati Tekankan Pentingnya Kreativitas di Masa Pandemi Covid-19

“Secara alamiah produsen mendatangi Kota Bandung. Bukan hanya untuk kebutuhan Kota Bandng tetapi untuk mendistribusikannya kembali ke daerah lainnya,” katanya.

Adapun kenaikan harga sejumlah komoditas itu ia nilai masih merupakan hal yang wajar. Kenaikan harga juga menurutnya tidak terlalu signifikan dan masih dalam batas aturan yang berlaku.

Namun agar tak tergantung pada daerah lain, Gin Gin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mengembangkan perilaku urban farming di masyarakat.

Baca Juga:  BKKBN dan Putih Sari Sosialisasikan Pembangunan Keluarga di Kedungwaringin Bekasi

Tujuannya, kata dua, untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun.

“Program ini akan terus kita kembangkan dan kita dorong agar Buruan SAE (program urban farming) ini menjadi sebuah budaya yang melekat di masyarakat. Sehingga ketahanan pangan di Kota Bandung terus aman,” kata Gin Gin. [fjr]


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win