Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kota Bandung · 22 Sep 2020 09:14 WIB

Sungai Cikapundung, Dulu Sungai Purba Kini Modern


 Sungai Cikapundung (foto: ist) Perbesar

Sungai Cikapundung (foto: ist)

BANDUNGNEWS.ID – Sejumlah kota besar di dunia memiliki sungai yang membelah kotanya. Sebut saja, sungai Thames yang membelah London Inggris atau sungai Cheonggyecheon yang membelah Kota Seoul Korea Selatan.

Seperti kota besar lainnya di dunia, Kota Bandung juga memiliki sungai yang membelah kota. Ya sungai tersebut yaitu Sungai Cikapundung. Bahkan Sungai Cikapundung disebut sebagai sungai terpanjang di dunia karena membelah Asia-Afrika.

Tentu itu hanya gurauan. Karena Sungai Cikapundung memang melewati Jalan Asia Afrika yang menjadi salah satu ikon Kota Bandung.

Zaman baheula, Sungai Cikapundung juga sejajar dengan Jalan Braga yang jadi ikon Parijs van Java. Tak heran, pada 1960-an nama sungai tersebut diabadikan dalam lagu yang dibawakan Titim Fatimah, “Cikapundung”, juga dalam lagu pop Sunda “Sorban Palid”.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Wali Kota Nonaktif Cimahi Ajay M Priatna Ajukan Banding ke PN Bandung

Sungai Cikapundung yang merupakan sungai purba memiiki panjang 28 kilometer. Sungai ini berhulu di sekitar Gunung Bukit Tunggul atau umumnya dari kawasan Lembang di utara Kota Bandung.

air sungai mengalir menuju selatan dan bermuara ke Sungai Citarum. Sungai Cikapundung berasal dari bahasa Sunda Ci Kapundung. Artinya sungai (ci, cai: air) dan nama sejenis buah-buahan, kapundung atau kepundung (Baccaurea spp).

Sungai Cikapundung merupakan sungai purba memiiki panjang 28 kilometer. Sungai ini berhulu di sekitar Gunung Bukit Tunggul di utara Kota Bandung dan bermuara ke Sungai Citarum.

Bagi Kota Bandung, Sungai Cikapundung juga merupakan salah satu sumber air bersih bagi warganya. PDAM Tirtawening menggunakannya sebagai sumber air bersih. Debit yang diambil + 840 l/dtk, 200 l/dtk kemudian diolah di Instalasi Pengolahan Badaksinga. Sedangkan 600 l/dtl diolah di Instalasi Pengolahan Dago Pakar dan 40 l/dtk diolah di Mini Plant Dago Pakar.

Baca Juga:  Ini 10 Manfaat Joging, Salah Satunya Mengusir Lemak

Sungai ini pernah beberapa kali kebanjiran sejak masa kolonial pada 1919 hingga menjelang kemerdekaan 1945. Oleh pemerintah kolonial, selain tersedia program perbaikan bantaran sungai, juga dibangun lintasan kereta api atau viaduk di atas sungai dan jalan raya pada 1939 di daerah yang dulunya Kebon Jukut, sekarang daerah itu lebih dikenal dengan sebutan Viaduk.

Saat ini, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya untuk memulihkan Sungai Cikapundung. Sejumlah perbaikan telah dilaksanakan Pemkot Bandung di sungai tersebut. Mulai dari secara rutin membersihkannya hingga mencoba mengubah perilaku warga agar tak membuang sampah ke Sungai Cikapundung. Salah satunya juga melalui program Citarum Harum yang kini masih terus bergerak.

Baca Juga:  Sekitar 6.457 Guru Non-PNS di Kota Bandung Terima HPM, Totalnya Rp31,5 Miliar

Di sejumlah bagian, Sungai Cikapundung juga telah dipasangi trashrack. Hal ini untuk menjaring sampah.

Termasuk merevitalisasi bantaran Sungai Cikapundung di sejumlah titik sepanjang 420 meter. Tepatnya di mata air Cibarani, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap. Tak hanya itu, sejumlah mata air yang berada di dekat Sungai Cikapundung pun dipelihara.

Kini Sungai Cikapundung semakin cantik dengan hadirnya Teras Cikapundung. Letaknya di Jalan Siliwangi Kota Bandung. Teras Cikapundung kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bandung.

Sumber: https://humas.bandung.go.id/

(bnd)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tinjau Lokasi Kebakaran, Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan ASN Pemda Kota Bandung Tetap Layani Publik

8 November 2022 - 15:43 WIB

Bakti Sosial, Puluhan Tukang Becak Terima Paket Sembako dari Relawan Baik

8 November 2022 - 08:48 WIB

Komunitas Kretek Gelar Bedah Buku Nicotine War Karya Wanda Hamilton di Unpad

3 November 2022 - 14:21 WIB

Netizen Sesalkan Kawasan Gedebage Bandung yang Rutin Dilanda Banjir

7 Oktober 2022 - 20:25 WIB

Rektor UICI Resmi Buka Digital Kampus Orientasi Mahasiswa Batch Tiga

21 September 2022 - 12:44 WIB

Pemkot Bandung Pastikan Perbaiki Fasilitas Umum

9 September 2022 - 18:07 WIB

Trending di Kota Bandung