Sungai Citarum di Antara Kerajaan Sunda dan Galuh


Sungai Citarum
Sungai Citarum. (Foto: Instagram @oscar_simon0705)

BANDUNG NEWS – Berasal dari dua kata Ci yang berarti air atau sungai dan Tarum –sebuah nama tumbuhan yang menghasilkan warna nila — muncullah nama Citarum. Banyak para ahli menduga, pada zaman dahulu banyak tumbuhan tarum yang hidup di sepanjang sungai Citarum.

Dalam catatan sejarah yang mengisahkan Sunda kuno, sungai Citarum selalu dikaitkan dengan Kerajaan Tarumanagara. Kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-5 hingga abad ke-7 M, sekaligus merupakan kerajaan tertua di Nusantara.

Baca Juga:  Critical 11 Bandung, Tempat Nongkrong Dengan Pemandangan Pesawat Terbang

Kaitan antara Citarum dan Kerajaan Tarumanagara terlihat dalam prasasti yang ada sejak abad ke-4 sampai abad ke-7 M. Seperti Situs Batujaya dan Situs Cibuaya yang memberi jejak informasi bahwa pernah ada aktivitas pemukiman di bagian hilir sungai Citarum. Sisa-sisa kebudayaan pra-Hindu dari abad ke-1 Masehi juga ditemukan di bagian hilir sungai ini.

Sejak kerajaan Tarumanagara runtuh, sungai Citarum kemudian menjadi batas alam yang memisahkan Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh –dua kerajaan kembar pecahan dari Tarumanagara, yang kemudian dua kerajaan pecahan itu bersatu kembali dan mengganti nama menjadi Kerajaan Sunda.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Kampung Wisata Cigadung Bandung

Gambaran Geografis

Panjang aliran sungai Citarum membentang sejauh 300 km. Secara tradisional, hulu Ci Tarum dianggap berawal dari lereng Gunung Wayang, di tenggara Kota Bandung, di wilayah Desa Cibeureum, Kertasari, Bandung.

Ada tujuh mata air yang menyatu di suatu danau buatan bernama Situ Cisanti, di wilayah Kabupaten Bandung. Namun, berbagai anak sungai dari kabupaten bertetangga juga menyatukan alirannya ke Citarum, seperti Ci Kapundung dan Ci Beet.

Baca Juga:  Museum Geologi Bandung Jadi Tempat Wisata Edukasi Favorit

Aliran kemudian mengarah ke arah barat, melewati Majalaya dan Dayeuhkolot. Lalu berbelok ke arah barat laut dan utara, menjadi perbatasan Kabupaten Cianjur dengan Kabupaten Bandung Barat.

Melewati Kabupaten Purwakarta, dan terakhir Kabupaten Karawang (batas dengan Kabupaten Bekasi). Sungai ini bermuara di Ujung Karawang.

(dra)