Menu

Mode Gelap
 

Jabar ยท 9 Sep 2021 10:44 WIB

Tingkatkan Ekonomi di Jabar Selatan, Pemprov Jabar Terus Gali Potensi Masyarakat


 Tingkatkan Ekonomi di Jabar Selatan, Pemprov Jabar Terus Gali Potensi Masyarakat Perbesar

BANDUNG NEWS – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, Pemda Provinsi Jabar terus berupaya mengembangkan berbagai potensi daerah Jabar bagian selatan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jabar bagian selatan.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemda Provinsi Jabar, kata Pak Uu sapaan Wagub Jabar, adalah memperbaiki aksesibilitas dengan pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS). Pembangunan JTS diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Jabar bagian selatan.

“Kali ini kami melihat progres lokasi yang akan dijadikan program skala prioritas dalam kepemimpinan Pak Gubernur. Keinginan Pak Gubernur membangun akses di Jabar bagian selatan. Karena Jabar selatan skala prioritas peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Pak Uu di Kabupaten Sukabumi, Rabu 8 September 2021.

Baca Juga:  Panglima Santri Tinjau Vaksinasi di Ponpes Miftahul Ulum Purwakarta

Menurut Pak Uu, pembangunan JTS untuk menyempurnakan jalan existing atau yang sudah ada sebelumnya.

“Jalan yang sudah ada di bibir pantai itu pun mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan, agar lebih mantap lagi, maka Pak Gubernur ingin membuat jalan tengah selatan,” ucapnya.

“Sehingga konektivitas lebih cepat, jalan ditempuh bisa setengahnya. Misalnya dari wilayah Lengkong ke Sagaranten, sekarang 99 kilometer. Dengan JTS dibangun cukup 23 kilometer,” tambahnya.

Baca Juga:  Ketua Kwarda Pramuka Jabar Larang Rangkap Jabatan

“Jadi ini program luar biasa, dan juga di daerah tersebut sedang ada pembangunan desa wisata, rata-rata daerah punya potensi desa wisata,” tambahnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar Koswara mengatakan, feasibility study jalur ini sudah dilaksanakan pada 2014. Kemudian, Amdal sudah terbit pada 2016. Lalu desain awal diluncurkan pada 2019, kemudian menuju Detail Engineering Design dan Dokumen Lingkungan.

“Kemudian pada 2021 kami bikin pradesain. Konsep pembangunannya adalah melebarkan jalan-jalan kabupaten dan jalan desa yang masuk dalam trase, ke dalam standarnya Jalan Provinsi, jadi jalur baru, membuat koridor baru,” katanya.

Baca Juga:  Mimpi Kemenag Jabar Inginkan Terjemahan Alquran Gunakan Bahasa Daerah

Rencananya, pembangunan akan terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama akan dibangun Jalan Horisontal Tengah Jawa Barat Selatan yakni dari wilayah Lengkong Sagaranten (23,20 km), kemudian Sagaranten Tanggeung (37,55 km), disambung Tanggeung Padasuka/Cipelah (33,79 km), hingga Padasuka/Cipelah Rancabali (16,84 km). Total, 111,38 km.

Sesi selanjutnya, dari kawasan Ciwidey Pangalengan (22,12 km), lalu Pangalengan Cikajang (53,48 km), disambung Cikajang Bantarkalong (68,54 km), kemudian Bantarkalong Kertahayu (101,48 km), hingga total sepanjang 245,62 km. Sehingga, total keseluruhan Trase JTS adalah sepanjang 357,00 km.

(amt)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banjir Bandang Terjang Garut, 297 Rumah Terendam

16 Juli 2022 - 14:56 WIB

Kunjungi IKOPIN University, Teten Masduki Minta Lembaga Koperasi Dibenahi

14 Juli 2022 - 14:27 WIB

SMANSA Purwakarta Pastikan Pelaksanaan PPDB Tahun 2022 Sudah Sesuai Peraturan

13 Juli 2022 - 14:22 WIB

PDI Perjuangan Jabar Salurkan 7 Sapi dan 1 Kambing di Hari Idul Adha

13 Juli 2022 - 08:58 WIB

Berkontribusi Positif Pada Ekonomi Selama Pandemi, Ridwan Kamil Raih Penghargaan iNews Maker 2022

30 Juni 2022 - 23:35 WIB

Jabar Gencarkan Penanaman Jutaan Bibit Mangrove di Pesisir Utara

30 Juni 2022 - 22:15 WIB

Trending di Jabar