Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 9 Feb 2021 17:07 WIB

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, Sekda Jabar Dorong Percepat Vaksinasi Bagi SDM Kesehatan


 Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di RSUD dr. Slamet Garut, Kabupaten Garut, Selasa (9/2/2021). (Foto: Humas Jabar) Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di RSUD dr. Slamet Garut, Kabupaten Garut, Selasa (9/2/2021). (Foto: Humas Jabar)

BANDUNG NEWS –  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di RSUD dr. Slamet Garut, Kabupaten Garut, Selasa (9/2/2021). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Jabar sesuai dengan standar pelayanan. Ia pun mendorong kabupaten/kota untuk mengakselerasi vaksinasi COVID-19 agar selesai tepat waktu.

“Pertama, saya memastikan standar pelayanan terkait dengan pelaksanaan vaksinasi. Kemudian saya menanyakan masalah-masalah yang ditemui, dan sekiranya bisa dibantu oleh provinsi,” kata Setiawan.

“Saya mendorong akselerasi vaksinasi tenaga kesehatan, karena vaksinasi ini berurutan. Pertama kita ini prioritasnya SDM (Sumber Daya Manusia) Kesehatan, setelah itu pelayan publik,” imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Setiawan, setiap tahapan vaksinasi COVID-19 harus selesai tepat waktu supaya vaksinasi COVID-19 pada tahap selanjutnya berjalan sesuai rencana.

Baca Juga:  Pasca – Banjir di Sukabumi, Ridwan Kamil Minta Masyarakat Waspada Memasuki Musim Hujan

“Maka, saya memastikan harusnya vaksinasi ini tepat waktu. Kabupaten Garut ditargetkan selesai akhir Februari ini. Itu untuk dosis II. Sekarang dosis yang pertama, 14 hari kemudian dosis kedua,” tuturnya.

Jika vaksinasi COVID-19 bagi SDM Kesehatan selesai tepat waktu, maka vaksinasi COVID-19 untuk pelayan publik, seperti TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhadapan langsung dengan publik, dapat dimulai pada Maret 2021.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar per 6 Februari 2021, jumlah SDM Kesehatan yang sudah disuntik vaksin dosis I sebanyak 115.876 orang. Sementara SDM Kesehatan yang sudah disuntik dosis II baru 15.973 orang.

Adapun sasaran vaksinasi SDM Kesehatan di Jabar berdasarkan data Dinkes Jabar per 6 Januari adalah 191.746 orang dan terus berkembang. Sedangkan, jumlah SDM Kesehatan di Jabar yang tercatat dalam SI SDMK saat ini mencapai 228.000 orang.

Baca Juga:  BPMU Madrasah Aliyah Akan Disesuaikan dengan SMA dan SMK Sebesar Rp700 Ribu Per Siswa

Selain itu, sebanyak 13.653 SDM Kesehatan di Jabar ditunda penyuntikan vaksin karena berbagai alasan. Mulai dari pernah positif COVID-19, memiliki komorbid, sedang hamil/menyusui, sampai tensi darah tinggi.

Setiawan mengapresiasi kabupaten/kota yang progres vaksinasi COVID-19 hampir mencapai 100 persen, seperti Kota Bandung (97,90 persen), Kota Cimahi (84 persen), dan Kota Depok (73,19 persen).

“Ini untuk seluruh Jawa Barat progresnya sudah diangka 60 persen, nah Garut di 40 persen per tanggal 6 Februari. Tapi, per hari 8 Februari sudah masuk diangka 62,5 persen, artinya sudah masuk rata-rata Jabar,” ucapnya.

“Ada yang lebih tinggi yakni Kota Bandung, ini 97 persen. Makanya saya ke sini ke Garut coba kejar karena ada satu kota yang bisa 90 persen lebih. Per hari ini harusnya Jabar pun masuk 70 persen untuk yang pertama, kalau yang dosis II baru sekitar 10 persen,” tambahnya.

Baca Juga:  PPKM Mikro di Jabar Tekan Persentase Kasus Aktif COVID-19 dan BOR Isolasi

Setiawan melaporkan, suplai vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat didistribusikan secara bertahap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar. Pada tahap I termin I, Jabar menerima 97.080 dosis. Sedangkan pada tahap I termin II, Jabar menerima 253.640 dosis.

“Garut ini kebagian tahap I termin II, jadi terlambat satu minggu dari tujuh daerah yang menerima vaksin tahap I termin I. Jadi saya memahami akan ada yang terlambat kurang lebih satu minggu dari daerah yang menerima vaksin pada tahap I termin I,” katanya.

“Prioritas pertama SDM Kesehatan, kalau kita melakukan akselerasi, kalau SDM Kesehatan selesai, lebih cepat lagi target selanjutnya,” imbuhnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar