Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

News ยท 13 Agu 2020 23:55 WIB

Wamehan Bidik Singkong untuk Ketahanan Pangan Indonesia


 Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono/Net Perbesar

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono/Net

BANDUNGNEWS.ID- Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, negara yang memiliki ketahanan pangan yang kuat akan disegani oleh negara-negara di dunia. Hal ini berlaku untuk Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Trenggono saat menjadi pembicara utama dalam Webinar dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Kamis (13/8/2020).

“Negara yang memiliki ketahanan pangan kuat akan disegani secara global karena mampu berdikari memenuhi konsumsi masyarakatnya. Kita (Indonesia) akan mengarah ke sana salah satunya dengan menyiapkan cadangan pangan melalui komoditi strategis, salah satunya singkong,” kata Trenggono.

Baca Juga:  Masuki Ramadan, Stok Dan Harga Kepokmas di Kota Bandung Stabil

Menurut dia, singkong jika dikembangkan dengan baik bisa menjadi salah satu cadangan pangan strategis. Misalnya, di sektor pangan dan kesehatan di mana terjadi penambahan waktu tenggat cadangan pangan strategis selama 120 hari atau setara dengan 10 juta ton PATI (karbohidrat) per tahun.

Lanjutnya, ada berbagai dampak atas hal ini. Seperti di bidang ekonomi dan sosial akan terjadi peningkatan cadangan devisa negara melalui pengurangan impor sebesar Rp 26 triliun. Tak hanya itu, penyediaan lapangan kerja untuk 76 ribuan orang sebagai Komponen Cadangan.

Baca Juga:  Jabar Ekspor 20 Ton Teh ke Uni Emirat Arab

Selain itu pula, dampak bagi perkembangan ilmu dan teknologi yang digunakan meningkat. Terakhir, dampak terhadap lingkungan baik fisika-kimia, biologi, sosial dan ekonomi masyarakat.

“Semua dampak positif itu bisa kita raih jika mampu memproduksi sekitar 40 juta ton singkong setiap tahun. Nilai produksi itu akan setara dengan 10 juta karbohidrat yang senilai Rp 62 triliun. Belum lagi dihitung nilai produk turunannya. Makanya tadi saya bilang jika kita kembangkan cadangan pangan startegis ini akan menimbulkan efek gentar secara geostrategis bagi negara,” jelas Trenggono. [red]

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar