Menu

Mode Gelap
 

News · 13 Agu 2020 23:55 WIB

Wamehan Bidik Singkong untuk Ketahanan Pangan Indonesia


 Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono/Net Perbesar

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono/Net

BANDUNGNEWS.ID- Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, negara yang memiliki ketahanan pangan yang kuat akan disegani oleh negara-negara di dunia. Hal ini berlaku untuk Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Trenggono saat menjadi pembicara utama dalam Webinar dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Kamis (13/8/2020).

“Negara yang memiliki ketahanan pangan kuat akan disegani secara global karena mampu berdikari memenuhi konsumsi masyarakatnya. Kita (Indonesia) akan mengarah ke sana salah satunya dengan menyiapkan cadangan pangan melalui komoditi strategis, salah satunya singkong,” kata Trenggono.

Baca Juga:  Iis Turniasih: Hari Lahir Pancasila Momentum Rawat Keberagaman

Menurut dia, singkong jika dikembangkan dengan baik bisa menjadi salah satu cadangan pangan strategis. Misalnya, di sektor pangan dan kesehatan di mana terjadi penambahan waktu tenggat cadangan pangan strategis selama 120 hari atau setara dengan 10 juta ton PATI (karbohidrat) per tahun.

Lanjutnya, ada berbagai dampak atas hal ini. Seperti di bidang ekonomi dan sosial akan terjadi peningkatan cadangan devisa negara melalui pengurangan impor sebesar Rp 26 triliun. Tak hanya itu, penyediaan lapangan kerja untuk 76 ribuan orang sebagai Komponen Cadangan.

Baca Juga:  Begini Cara Mendaftar dan Alur Vaksinasi Untuk Lansia

Selain itu pula, dampak bagi perkembangan ilmu dan teknologi yang digunakan meningkat. Terakhir, dampak terhadap lingkungan baik fisika-kimia, biologi, sosial dan ekonomi masyarakat.

“Semua dampak positif itu bisa kita raih jika mampu memproduksi sekitar 40 juta ton singkong setiap tahun. Nilai produksi itu akan setara dengan 10 juta karbohidrat yang senilai Rp 62 triliun. Belum lagi dihitung nilai produk turunannya. Makanya tadi saya bilang jika kita kembangkan cadangan pangan startegis ini akan menimbulkan efek gentar secara geostrategis bagi negara,” jelas Trenggono. [red]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kolaborasikan TMMD dan Gempungan Demi Wujudkan Purwakarta Istimewa

12 Mei 2022 - 18:19 WIB

Kepala KCD XII Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed: Tingkatkan Kompetensi Murid Sekolah

4 April 2022 - 23:09 WIB

Cegah Meningkatnya Penyalahgunaan Narkoba, BNN Rangkul Pelajar Melalui Festival Paduan Suara

28 Maret 2022 - 23:09 WIB

Jelang Ramadan XL Axiata Perkuat Jaringan untuk Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat

28 Maret 2022 - 20:09 WIB

Elektabilitas PDIP Tertinggi, Ono Surono: Terimakasih Atas Kepercayaan Rakyat

28 Maret 2022 - 20:05 WIB

Ikut ‘Gerbong’ Ekonomi Syariah, Aktivis Se-Bandung Raya Siap Gabung Badan Usaha Milik Pemuda

27 Maret 2022 - 10:56 WIB

Trending di Jabar