Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Uncategorized ยท 14 Agu 2020 20:28 WIB

Washington Tolak Kerja Sama Vaksin Covid-19 dengan Moskow


 Ilustrasi nakes covid-19. (Foto/pixabay) Perbesar

Ilustrasi nakes covid-19. (Foto/pixabay)

BANDUNGNEWS.ID- Pejabat senior Rusia di Moskow mengatakan mereka telah menawarkan kerja sama akses pengembangan dan perawatan vaksin virus corona kepada Amerika Serikat, namun ditolak.
Pejabat itu mengatakan bahwa AS saat ini tidak terbuka terhadap kemajuan medis Rusia dalam menangani pandemi Covid-19.

“Ada rasa rasa ketidakpercayaan umum di pihak Amerika terhadap Rusia dan kami yakin bahwa teknologi termasuk vaksin, pengujian, dan perawatan (yang dilakukan Rusia) tidak diadopsi di AS karena ketidakpercayaan itu,” ujar seorang pejabat senior Rusia dilansir CNNIndonesia.

Baca Juga:  Jabar Siap Terapkan Identitas Kependudukan Digital

Terkait penolakan tersebut, sumber-sumber di Rusia mengatakan Washington harus ‘serius mempertimbangkan’ vaksin Sputnik V untuk menyelamatkan nyawa warga AS.

“Jika vaksin kami terbukti menjadi salah satu yang paling efektif, mengapa AS tidak mengeksplorasi opsi ini lebih dalam, mengapa politik menghalangi akses (memperoleh) vaksin,” ucapnya menambahkan.

Mengonfirmasi hal itu, seorang pejabat AS berdalih bahwa vaksin buatan Rusia dianggap masih setengah matang sehingga tidak menarik minat mereka.

“Tidak mungkin AS mencoba (vaksin Rusia) ini pada monyet, apalagi manusia,” kata pejabat kesehatan masyarakat pemerintah AS kepada CNN.

Baca Juga:  Sebanyak 810 Kiyai dan 1.211 Santri Ikuti Vaksinasi di Cibaduyut Bandung

Sebaliknya, sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan bahwa AS juga tengah mengembangkan vaksin sendiri secara serius yang telah memasuki tahap pengujian klinis fase ketiga.

Presiden Rusia Vladimir Putih pada Selasa (11/8) lalu mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan vaksin untuk digunakan pada pasien berisiko tinggi. Putin bahkan mengatakan bahwa putrinya menjadi salah satu orang yang menerima vaksin tersebut.

Rusia merencanakan vaksinasi massal Covid-19 terhadap warganya mulai Oktober mendatang.

Baca Juga:  M Farhan Minta PSSI Tidak Tutup GBLA Akibat Insiden Bobotoh Tewas

Klaim Rusia ini mengundang keraguan dari banyak ahli lantaran penggunaan vaksin tersebut tidak melalui tahap uji klinis terlebih dahulu.

Keraguan banyak ahli tidak menghentikan langkah Moskow untuk menggunakan vaksin. Mereka menyebut vaksin Sputnik V telah menarik setidaknya 20 negara dari Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte sangat meyakini vaksin buatan Rusia itu. Ia bahkan menyatakan siap menjadi ‘kelinci percobaan’ untuk disuntikkan vaksin ketika barang itu telah tiba di negaranya. [red]

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Doakan Ganjar Pranowo, GMP Gelar Program Mengaji

24 November 2022 - 10:29 WIB

Cara Cek dan Registrasi IMEI Untuk Pelanggan XL Axiata

28 Oktober 2022 - 07:14 WIB

Fakta: Perempuan Lebih Mengingat Kata-kata Dibandingkan Laki-laki

19 Oktober 2022 - 09:05 WIB

3 Tersangka Judi Online Ditangkap, Polisi: Bukan Jaringan Apin BK

15 Oktober 2022 - 09:42 WIB

Hati-hati, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem di Jawa Barat akan Terjadi Sepekan Kedepan

10 Oktober 2022 - 10:08 WIB

Rizky Billar Mangkir dari Pemeriksaan, Kedapatan Ngamuk di Media Sosial

10 Oktober 2022 - 09:48 WIB

Trending di Uncategorized