Menu

Mode Gelap
 

Kota Bandung · 18 Agu 2022 15:29 WIB

Wujudkan Bandung Agamis, Kecamatan Sukajadi Luncurkan Program ‘Sukajadi Mengaji’


 Wujudkan Bandung Agamis, Kecamatan Sukajadi Luncurkan Program ‘Sukajadi Mengaji’ Perbesar

BANDUNG NEWS – Forum Dewan Kemakmuran Masjid (FDKM) Kecamatan Sukajadi Kota Bandung menggelar program literasi yang disebut “Sukajadi Mengaji.”

Dalam perjalanannya, hingga hari ini sudah ada sekitar 5 RT dari 5 kelurahan yang lebih dulu menjalankan program tersebut sebagai percontohan.

Ketua FDKM Kecamatan Sukajadi, Ahmad Erawan menyampaikan, program Sukajadi Mengaji diadakan setelah melihat hasil survey pada 1 Juli 2022.

Dari hasil survery tersebut menunjukkan sebanyak 1.321 orang yang ada di daerah Sukajadi, 210 orang di antaranya belum bisa membaca Al Quran.

“Kita bantu bimbing dari tahap tidak bisa baca sampai bisa membaca, fasih, dan mengerti makna. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Alquran di kehidupan sehari-hari,” ungkap Erawan, seperti dikutip dari Humas Kota Bandung pada Kamis, 18 Agustus 2022.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Siapkan Kos-kosan Sebagai Tempat Isolasi Pemudik

Pada tahap awal, sasaran utamanya masyarakat yang berada di 5 RT dari 5 kelurahan di Kecamatan Sukajadi dengan usia anak 7 tahun ke atas dan lansia.

Lima wilayah percontohan bebas buta huruf Alquran di Sukajadi antara lain, RT 03 RW 02 Kelurahan Sukagalih, RT 06 RW 07 Kelurahan Pasteur, dan RT 05 RW 03 Kelurahan Sukabungah.

Sedangkan dua wilayah lainnya yaitu RT 01 RW 01 Kelurahan Sukawarna dan RT 08 RW 11 Kelurahan Cipedes.

Baca Juga:  Yana: Masyarakat Ikut Vaksin adalah Pahlawan

“Sejak Maret sudah dilakukan pelatihan bagi para relawan. Ada ragam metode yang digunakan dalam membaca Alquran pada program ini yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan,” jelasnya.

Metode yang digunakan dalam program ini ialah Metode dirosa (Dirasah Orang Dewasa), metode tilawati (sesuai kaidah), metode iqro (perkenalan huruf hijaiyah), metode bagdadi (eja), dan metode bashohi (dengan irama bayati, shoba, hijaz).

Erawan berharap, dengan adanya program ini masjid bisa ddijadikan sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, muamalah, dan sosial masyarakat.

“Semoga program ini bisa dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif agar kita bisa menjadi sebaik-baiknya orang yang dikatakan Nabi, ialah yang membaca dan mengajarkan Alquran,” ucapnya.

Baca Juga:  Cegah HIV/AIDS, KPA Kota Bandung Libatkan Banyak Pihak

Hal serupa juga disampaikan Camat Sukajadi, Inci Dermaga. Menurutnya, salah satu latar belakang program ini dibentuk berangkat dari data yang menyebutkan hanya 65 persen masyarakat di Indonesia bisa mengaji.

Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan terbagi dalam dua cara. Pertama, secara langsung menyentuh masyarakat. Kedua, melalui daring setiap Minggu bersama masyarakat dan Indonesia Mengaji.

“Alhamdulillah di 5 RT percontohan saat ini sudah terbebas dari buta huruf Alquran. Hari ini adalah kesempatan untuk kita mengamalkan kebaikan,” ujar Inci.***

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkot Bandung Pastikan Perbaiki Fasilitas Umum

9 September 2022 - 18:07 WIB

Yana Ajak Warga Kota Bandung Hadapi Dampak Kenaikan Harga BBM

7 September 2022 - 13:37 WIB

Dinsos Kota Bandung Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran

6 September 2022 - 13:37 WIB

Edukasi Seni Sejak Dini, 50 Anak Pamerkan Karya Seni Lukis

5 September 2022 - 12:03 WIB

Yana Resmi Buka Kompetisi U-13 Piala Persib

4 September 2022 - 17:53 WIB

Yana Minta Seluruh OPD Bantu Pulihkan Ekonomi dan Tuntaskan Pandemi

1 September 2022 - 11:59 WIB

Trending di Kota Bandung