Menu

Mode Gelap
 

News · 16 Jan 2021 05:52 WIB

XL Axiata Salurkan Bantuan Bagi Korban Longsor di Kab. Sumedang

  Tim XL Axiata menyerahkan secara langsung bantuan tanggap darurat tersebut di Posko Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (15/01/2020).
Perbesar

Tim XL Axiata menyerahkan secara langsung bantuan tanggap darurat tersebut di Posko Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (15/01/2020).

BANDUNGNEWS.ID –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyalurkan bantuan untuk warga korban tanah longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, tim XL Axiata bekerjasama dengan aparat setempat untuk memastikan proses distribusi sampai tepat sasaran.

“Keluarga Besar XL Axiata ikut prihatin dengan bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung ini. Kami menyampaikan duka cita dan simpati yang mendalam kepada sejumlah warga yang menjadi korban meninggal,”kata Group Head Central Region XL Axiata, Rd. Sofia Purbayanti, dalam keterangan resminya, Jum’at (15/1/2021).

Baca Juga:  TP-PKK Jabar Siap Salurkan 438 Ribu Masker

“Selanjutnya, bantuan ini kami tujukan untuk ikut memperingan beban warga lainnya yang ikut terdampak,” sambungnya.

Sofia menambahkan, tim XL Axiata telah memastikan tidak ada jaringan XL Axiata di lokasi bencana. Karena itu bencana alam ini tidak mengganggu operasional layanan XL Axiata. Dengan demikian, tim XL Axiata di Sumedang bisa lebih berfokus untuk ikut menyalurkan bantuan.

“Langkah-langkah antisipasi telah dijalankan oleh tim teknis XL Axiata guna menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya bencana alam di sejumlah area  rawan bencana di Jawa Barat sejak mulai meningkatnya curah hujan di wilayah tersebut,” Ujar Sofia.

Baca Juga:  HUT ke-43, Jasa Marga Resmikan Sejumlah Inovasi Berbasis Teknologi

Demikian dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur jaringan, juga guna menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terlanda bencana.

“Manajemen XL Axiata telah menjalin kerjasama dengan aparat terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah daerah,” ujarnya.

Diketahui, bencana tanah longsor di Sumedang terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021. Berdasarkan data resmi dari tim evakuasi, hingga saat ini terhitung telah ditemukan 24 korban meninggal dan 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu sekitar 200 KK diungsikan ke tempat aman untuk menghindari kemungkinan terjadinya longsor susulan di tengah musim penghujan ini.

Baca Juga:  Sidang Tahunan MPR, Presiden Jokowi Berbusana Adat Sabu NTT

Proses evakuasi masih akan terus dilaksanakan di beberapa titik seperti area yang menggelar pesta pernikahan, lapangan voli, dan sekitar Kawasan Masjid An-nur. Tingginya curah hujan saat ini menyebabkan proses pencarian korban terhalang membutuhkan waktu yang lebih lama.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MoC Kini Hadir di 23 Paskal Shopping Center, Ada Koleksi Anti Baju Anti Bau hingga Promo Menarik

26 Juni 2022 - 07:23 WIB

Pemkab Kolaborasikan TMMD dan Gempungan Demi Wujudkan Purwakarta Istimewa

12 Mei 2022 - 18:19 WIB

Kepala KCD XII Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed: Tingkatkan Kompetensi Murid Sekolah

4 April 2022 - 23:09 WIB

Cegah Meningkatnya Penyalahgunaan Narkoba, BNN Rangkul Pelajar Melalui Festival Paduan Suara

28 Maret 2022 - 23:09 WIB

Jelang Ramadan XL Axiata Perkuat Jaringan untuk Dukung Kenyamanan Aktivitas Masyarakat

28 Maret 2022 - 20:09 WIB

Elektabilitas PDIP Tertinggi, Ono Surono: Terimakasih Atas Kepercayaan Rakyat

28 Maret 2022 - 20:05 WIB

Trending di Jabar